Sepi Pembeli, Pendapatan Pedagang Pasar Kranji Anjlok Setelah Pindah ke Penampungan Sementara

Sepi Pembeli, Pendapatan Pedagang Pasar Kranji Anjlok Setelah Pindah ke Penampungan Sementara

Pedagang di Pasar Kranji, Kota Bekasi, mengeluhkan pendapatannya turun usai dipindahkan ke tempat penampungan sementara. Halaman all

(Kompas.com) 10/07/24 16:54 10322674

BEKASI, KOMPAS.com - Pedagang di Pasar Kranji, Jakasampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat mengeluhkan pendapatannya turun usai dipindahkan ke tempat penampungan sementara.

"Waktu jualan di sana (lokasi lama), pendapatannya cukup. Beda dengan waktu jualan di sini. Pendapatannya turun banget," ujar salah satu pedagang sayur bernama Silaban (58), Rabu (10/7/2024).

Menurut Silaban, pendapatannya dan pedagang lain turun karena sepinya pembeli.

Penempatan pedagang di tempat penampungan sementara menjadi penyebab konsumen enggan berbelanja di tempat penampungan sementara.

Sementara di tempat lama, pedagang dikumpulkan berdasarkan komoditas yang dijualnya sehingga memudahkan konsumen.

"Sebenarnya di sini masalahnya sepi, pedagang enggak terfokus karena penempatan acak-acak," ujar Silaban.

Selain itu, Silaban juga bercerita bahwa bukan hanya dirinya yang merasakan turunnya pendapatan selama berjualan di tempat penampungan sementara, tetapi banyak pedagang yang bangkrut.

"Ada banyak yang bangkrut. Ada beberapa rumah mobil dijual karena rugi, jika dibandingkan di pasar sebelumnya," tambah Silaban.

Silaban merupakan pedagang sayur yang sudah berjualan di Pasar Kranji sejak 2017 atau dua tahun sebelum pembongkaran Pasar Kranji untuk direvitalisasi.

"Sudah dagang lima tahunan di sini, setelah pembongkaran Pasar Kranji lalu pindah di sini (tempat penampungan)," kata dia.

Saat ini, ia sudah putus harapan terkait pembangunan Pasar Kranji yang sudah terhenti cukup lama.

Diketahui, mahasiswa dan pedagang pasar Kranji melakukan aksi unjuk rasa menuntut kelanjutan pembangunan pasar Kranji yang mangkrak lima tahun.

PT ABB belum mengerjakan revitalisasi Pasar Kranji yang direncanakan selesai dalam dua tahun. Namun, sejak Desember 2019 hingga kini belum terealisasi.

Selain itu, beberapa pedagang pasar sudah menyetor uang kepada pihak PT ABB untuk down payment (DP) kios, tetapi hingga kini belum terealisasi.

Dari pantauan Kompas.com di lapangan, banyak pedagang berjualan di samping dan depan bekas Pasar Kranji.

Kendati demikian, pengunjung tidak leluasa untuk berbelanja karena area tidak luas serta sulit mencari tempat parkir.

Pengunjung memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan yang cukup sempit. Jika ada kendaraan besar yang hendak melintas, kendaraan yang parkir harus dipindahkan karena tak cukup ruang.

Selain itu, kurangnya pengelolaan Pasar Kranji membuat sampah menumpuk di dekat pasar penampungan sementara.

Sedangkan bangunan Pasar Kranji yang dibongkar kini tertutup seng tinggi dan di dalamnya terlihat ilalang dan besi-besi.

#pasar-kranji #revitalisasi-pasar-kranji

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/10/16540551/sepi-pembeli-pendapatan-pedagang-pasar-kranji-anjlok-setelah-pindah-ke