Intip OceanXplorer, Kapal Canggih untuk Ekspedisi Laut Indonesia

Intip OceanXplorer, Kapal Canggih untuk Ekspedisi Laut Indonesia

Simak pengalaman Kompas.com melihat bagian dalam OceanXplorer, yaitu kapal canggih dari AS yang saat ini digunakan untuk ekspedisi laut Indonesia. Halaman all

(Kompas.com) 10/07/24 17:32 10325888

KOMPAS.com - Pagi itu di antara lalu lalang kapal pengangkut barang di perairan Tanjung Priok, tampak sebuah kapal besar didominasi warna putih biru yang bersandar rapi di pelabuhan.

Kapal tersebut merupakan berteknologi canggih dari organisasi nirlaba eksplorasi kelautan global asal Amerika Serikat bernama OceanX. Mereka menyebutnya kapal OceanXplorer, yang sejak 8 Mei 2024 lalu sudah mengaruhi perairan Batam, Aceh, dan Padang dalam misi ekspedisi laut Indonesia.

Dari informasi yang Kompas.com peroleh di lokasi pada Selasa (8/7/2024), OceanXplorer dapat menjangkau kedalaman laut hingga 6.000 meter.

Kapal ini juga dilengkapi dengan teknologi canggih yang dapat memprediksi potensi gempa dan tsunami dari bawah laut.

Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Kapal OceanXplorer berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (8/7/2024).

Kompas.com berkesempatan masuk dan melihat bagian dalam kapal. Kunjungan ke ruangan di dalam kapal ini langsung didampingi oleh Co-CEO dan Chief Officer OceanX, Vincent Pieribone.

Saat masuk ke bagian dalam kapal OcenXplorer, suasananya hampir serupa dengan visual film berteknologi canggih yang kerap ditampilkan di biokop.

Ruangan dipenuhi kabel yang malang melintang di setiap sudut. Serta terdapat banyak komputer yang menampilkan grafik, angka, dan gambar.

Kendaraan bawah laut

Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Submersible, teknologi canggih yang digunakan di kapal OceanXplorer untuk menyelami lautan, dalam misi ekspedisi laut Indonesia, si Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (9/7/2024).

Pertama-tama, Vincent mengenalkan Submersible, yaitu alat yang bisa digunakan oleh manusia untuk menyelami lautan. Tempat duduk manusia dilapisi kaca tembus pandang berbentuk bulat.

Kata Vincent, alat ini ditujukan untuk muatan penumpang maksimal tiga orang. Fungsinya untuk kendaraaan kepentingan media dalam memotret atau mendokumentasikan bawah laut.

Pada saat alat ini masuk ke dalam air, awak yang berada di dalam Submersible akan langsung melihat jelas bagian bawah laut, dan teraa seperti tidak ada pembatas kaca.

Tepat di bagian samping kemudi, terdapat alat berbentuk tangan. Fungsinya, untuk mengambil benda-benda di bawah laut yang diperlukan para ilmuwan untuk kepentingan penelitian.

Submersible dapat menyelam hingga kedalaman 1.000 meter di bawah permukaan laut, dan hingga saat ini sudah melakukan 1.000 kali penyelaman.

Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Submersible, teknologi canggih yang digunakan di kapal OceanXplorer untuk menyelami lautan, dalam misi ekspedisi laut Indonesia, si Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (9/7/2024).

Setelah melihat Submersible untuk keperluan dokumentasi dan media, selanjunya Kompas.com dan awak media berpindah ke Submersible untuk kepentingan pengambilan sampel di bawah laut.

Hampir mirip dengan Submersible pertama, Submersible kedua ini juga dilengkapi dengan kemudi yang dilindungi kaca bening.

Bedanya, pada Submersible kedua terdapat tabung-tabung yang digunakan untuk mengambil sampel penelitian.

Cara kerjanya, tabung-tabung akan dipasang ke bagian tangan mesin, setelah itu tabung-tabung tersebut akan dimasukkan ke dalam air pada kedalaman tertentu.

Laboratorium dalam kapal

Dokumentasi OceanX. Ruangan laboratorium basah di dalam kapal OceanXplorer, Selasa (9/7/2024).

Setelah sampel bawah laut diambil menggunakan Submersible, sampel tersebut kemudian dipindahkan ke laboratorium basah.

Di sini, sampel laut seperti ikan-ikan, dapat tetap hidup karena ditempatkan di media yang serupa dengan lingkungan mereka.

Berpindah ke laboratorium kontrol, tampak layar-layar komuputer yang nantinya akan memuat informasi-informasi seputar apa yang terjadi di dalam kapal.

Selain itu, teknologi di dalam ruangan ini juga memungkinkan awak kapal memonitor bagian kapal, baik dari depan, samping, sampai bagian belakang.

Tidak hanya itu, di ruangan ini pula para awak kapal memberitahu posisi kapal di bawah laut kepada kapal induk melalui sistem suara.

Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Kapal OceanXplorer berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (8/7/2024).

Kata Vincent, dalam rentang waktu lima sampai 10 tahun ke depan, kapal OceanXplorer akan berlayar di perairan Pasifik.

Sebagai informasi, sebelum berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, kapal Ocean Xplorer sudah melakukan ekspedisi di perairan Batam, Aceh, dan Padang.

Ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan "Misi Indonesia 2024", dalam rangka eksplorasi laut yang baru dilakukan pertama kali di Indonesia.

Rangkauan kegiatan ini dilakukan OceanX bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves), Badan Riset dan Inovasi (BRIN), dan Tanoto Foundation.

#kapal-oceanx #oceanxplorer #kapal-ekspedisi-oceanxplorer #kapal-oceanxplorer-di-tanjung-priok #pengalaman-melihat-kapal-oceanxplorer

https://travel.kompas.com/read/2024/07/10/173200627/intip-oceanxplorer-kapal-canggih-untuk-ekspedisi-laut-indonesia