Program Mina Padi di Sungai Rebo Banyuasin, Ubah Lahan Pasang Surut jadi Pertanian Terintegrasi
Program TJSL Mina Padi di Desa Sungai rebo Banyuasin Sumsel berhasil ubah lahan pertanian pasang surut tak produktif jadi lahan pertanian terintegrasi Halaman all
(Kompas.com) 10/07/24 21:11 10343392
BANYUASIN, KOMPAS.com - Lahan pertanian yang pasang surut membuat masyarakat Dusun III Talang Andong, Desa Sungai Rebo, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan kesulitan mengolah lahannya jadi lahan pertanian produktif. Oleh sebab itu, petani di desa ini hanya bisa menanam padi sekali setahun.
Selain itu, warga desa ini juga memiliki keterbatasan lat pertanian dan pemasaran. Sehingga, warga desa ini kurang sejahtera.
Namun pada 2021 dimulailah program tanggung jawab social lingkungan (TJSL) Bernama Program Mina Padi, yang digagas PT Kilang Pertamina Internasional Unit Plaju bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang.
Saat TJSL ini masuk, desa ini sudah memiliki kelompok tani Bina Berkah, yang diketuai Abdul Patih.
"Awalnya, program ini berupa edukasi pertanian, pengolahan pangan, pembuatan kompos, peternakan bebek hingga hidroponik," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Pertamina Plaju Siti Rachmi Indahsari melalui keterangannya,Rabu (10/7/2024).
Kemudian pada November 2022, Kelompok Tani Bina Berkah memulai pengembangan pertanian dan perikanan terintegrasi atau mina padi seluas 1,5 hektare di Dusun III Talang Andong, yang termasuk dalam lokasi ring satu Kilang Plaju.
Yakni, di lokasi yang sepanjang tahun tergenang air itu dikembangkan penanaman padi terapung, ternak bebek petelur, budi daya ikan patin dan nila.
Selanjutnya, dikembangkan rumah pembibitan tanaman sayuran, serta pembuatan pupuk kompos dan pupuk cair yang memanfaatkan bahan baku yang ada di sekitar lokasi seperti enceng gondok dan sekam padi, serta pembuatan pakan ternak.
Pada 2024, program akan fokus pada pengembangan akses pasar selain perluasan demplot mina padi. Produk olahan yang dihasilkan kelompok akan disertifikasi. Selain itu, anggota kelompok akan mendapatkan pelatihan pemasaran online, pengolahan keuangan, dan dasar-dasar perkoperasian.
“Di akhir program pada 2025, diharapkan sudah ada pengembangan dan sosialisasi pertanian terintegrasi di luar kelompok binaan, pembentukan pusat kegiatan edukasi pertanian, dan terbektuknya kelembagaan koperasi pertanian dan produksi pangan,” tutur Rachmi.
Manfaat program Mina Padi
Kepala Desa Sungai Rebo Dedy Arsadi berharap Program Mina Padi bisa berkembang lebih besar. Sebab, ke depan lokasi program ini juga didorong menjadi desa wisata serta edukasi pertanian dan peternakan.
Menurut dia, program Mina Padi tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena lahan yang selama ini tidak produktif mulai memberikan hasil dan bisa dijadikan sumber penghasilan.
"Kami berharap ada perubahan untuk pertanian di desa kami,dengan Pak Patih sebagai tokoh perubahan," katanya.
Ia memerinci, saat ini di Desa Sungai Rebo telah tersedia demplot mina padi seluas 20 m x 35 m, instalasi hidroponik dengan 360 lubang berisi tanaman pokcoy, kandang berisi 59 ekor bebek, serta kolam berisi 1.000 ekor ikan.
Selanjutnya, program ini juga mampu meningkatkan pendapatan Kelompok Bina Tani Berkah sebesar belasan juta rupiah lewat penjualan keripik pokcoy, sayur pokçoy segar, telur bebek asin, telur bebek segar, dan abon ikan patin.
"Sistem mina padi akan memantapkan posisi Kabupaten Banyuasin sebagai lumbung pangan nasional, membantu pengembangan pertanian dan perikanan terintegrasi," pungkasnya.