Jatuh Bangun Sejumlah Bank Menghabiskan Warisan Kredit Macet Masa Lalu
Perbaiki kualitas kredit dan tekan kredit macet, sejumlah bank ini berupaya habiskan warisan kredit macet masa lalu.
(Kontan-Uang) 10/07/24 20:54 10344016
Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya menghabiskan warisan kredit bermasalah dari masa lalu guna memperbaiki kualitas aset dan menekan peningkatan rasio kredit macet (NPL) pada tahun ini, masih terus dilakukan sejumlah bank.
Bank-bank yang masih memiliki warisan kredit bermasalah tersebut adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), PT Bank Bukopin Tbk (KB Bank) Bank Muamalat Indonesia (BMI), hingga PT Bank Raya.
Warisan kredit macet dari masa lalu pasalnya menjadi beban kinerja bagi bank-bank tersebut. Akibatnya bank-bank ini harus menyiapkan lebih besar dana pencadangannya sebagai salah satu mitigasi risiko kerugian.
BTN misalnya, rasio NPL gross per Maret 2024 tercatat sebesar 3%, turun dari posisi tahun lalu yang sebesar 3,50%. Meski begitu BTN terlihat tetap menaikkan pencadangannya, menjadi Rp 15,78 triliun secara year to date (Ytd) dari posisi Desember 2023 yang sebesar Rp 15,59 triliun.
Director of Assets Management BTN Elisabeth Novie Riswanti mengatakan, saat ini tersisa sekitar total Rp 6 triliun kelolaan kredit bermasalah BTN per Juni 2024.
"Total kredit bermasalah BTN itu sekitar Rp 6 triliun, ini semua kredit dari segmen SME sampai kredit korporasi, tapi dari total itu, sebesar Rp 2 triliun itu segmen komersial yang kami upayakan bisa habis di tahun ini," ungkap Novie kepada Kontan, Rabu (10/7).
Lebih lanjut Novie menyebut segmen komersial tersebut berasal dari Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Tahun lalu, BTN telah menjual sekitar Rp 1,5 triliun aset bermasalahnya dari segmen KPA.
"Puncaknya itu KPA pada tahun masa Covid di tahun 2020-2021, disitu KPA itu berjatuhan jadi NPL," ungkap Novie.
BTN terus melakukan upaya penjualan aset bermasalah melalui beberapa skema, baik itu melalui Lelang Hak Tanggungan maupun skema penjualan lainnya.
Di samping penjualan secara retail, Bank BTN juga berencana melakukan Bulk Sales di tahun 2024 guna menurunkan rasio NPL di bawah 3% pada 2024.
Senada, KB Bank juga masih memiliki warisan kredit bermasalah dari masa lalu sebelum masuknya investor Kookmin Bank.
"Masih ada, tapi hanya sisa sediki lagi. Kami juga tahun ini fokus untuk menyelesaikan kredit masalah," ungkap Direktur Utama KB Bank Tom (Woo Yeul) Lee.
#kredit-macet #rasio-kredit-bermasalah #kredit-bermasalah #rasio-kredit-bermasalah-npl-china #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #bank #n-a