Kinerja Apik 2023, Petrokimia Gresik Raih Pendapatan Rp 13,17 Triliun Halaman all
Petrokimia Gresik membeberkan sejumlah kinerja apik perusahaan dalam upaya mendorong kemajuan pertanian di Indonesia sepanjang 2023. Halaman all
(Kompas.com) 10/07/24 21:52 10348374
GRESIK, KOMPAS.com - Dwi Satriyo Annurogo selaku Direktur Utama (Dirut) PT Petrokimia Gresik, perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, membeberkan sejumlah kinerja apik perusahaan dalam upaya mendorong kemajuan pertanian di Indonesia dan industri kimia nasional secara berkelanjutan.
Pemaparan tersebut disampaikan oleh Dwi Satriyo pada acara \'Tasyakuran HUT Ke-52 Petrokimia Gresik\' yang digelar di Gresik, Jawa Timur, Rabu (10/7/2024). Salah satu capaian apik yang berhasil dibukukan adalah, terkait pendapatan dan laba perusahaan selama 2023.
Dwi Satriyo menjelaskan, kinerja apik Petrokimia Gresik dapat dilihat dari tingkat kesehatan perusahaan yang memperoleh skor AAA dengan predikat sangat sehat, dengan salah satu dari indikator di antaranya, perolehan laba perusahaan pada tahun 2023 yang mencapai Rp 1,25 triliun.
Laba tersebut, didapatkan Petrokimia Gresik melalui income atau pendapatan perusahaan yang menyentuh angka Rp 13,17 triliun. Sekaligus, melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2023 sebesar Rp 12,97 triliun atau setara 103 persen.
"Perolehan laba tersebut, tentu tidak lepas dari berbagai inovasi yang telah dilakukan oleh insan Petrokimia Gresik. Selain menciptakan value creation atau nilai tambah sebesar Rp 381,1 miliar, inovasi Petrokimia Gresik juga mendapatkan banyak apresiasi dari stakeholder," ujar Dwi Satriyo, melalui keterangan tertulis, Rabu (10/7/2024).
Capaian apik berikutnya yang berhasil ditorehkan oleh Petrokimia Gresik pada tahun lalu adalah, melalui sejumlah penghargaan yang diraih dalam inovasi. Mulai dari mendapat Anugerah National Lighthouse Industri 4.0 dari Kementrian Perindustrian (Kemenperin) RI, hingga Anugerah dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN).
Tidak hanya itu, inovasi yang dijalankan oleh Petrokimia Gresik juga menyentuh bidang lingkungan dengan mendapat penghargaan dari Kemenperin, terbaik pertama untuk kategori Environmental, Social and Governance (ESG). Serta mendapat penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), berupa Proper Emas selama tiga tahun berturut-turut dan beberapa penghargaan lain.
"Penghargaan dari Kemenperin dan KLHK tersebut menjadi bukti, bahwa komitmen Petrokimia Gresik di bidang lingkungan diimplementasikan dengan baik. Selain itu juga, menjadi bentuk dukungan Petrokimia Gresik terhadap pemerintah dalam program dekarbonisasi," ucap Dwi Satriyo.
Petrokimia Gresik juga terus berupaya meningkatkan kebermanfaatannya, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Dengan sampai Juni 2024, realisasi penyaluran dana TJSL Petrokimia Gresik telah mencapai Rp19,83 miliar. Direalisasikan untuk program beasiswa, bantuan sembako, santunan dan bantuan hewan kurban, serta berbagai kegiatan sosial.
"Kemajuan perusahaan, harus selaras dengan kebermanfaatannya bagi masyarakat. Semangat ini merupakan warisan dari para founding fathers kepada insan Petrokimia Gresik, dari generasi ke generasi hingga di usia lebih dari setengah abad ini," kata Dwi Satriyo.
Visi baru Petrokimia Gresik
Untuk memastikan arah dan tujuan menjadi perusahaan yang tumbuh lebih baik di masa mendatang, pada momen ulang tahun kali ini, Petrokimia Gresik juga memperkenalkan visi baru. Dengan Petrokimia Gresik bertekad menjadi \'pemain dominan pada skala global, dalam bidang solusi agro dan bahan kimia industri yang terintegrasi.\'
"Visi ini mencerminkan komitmen kita untuk memberikan kontribusi terbaik di industri pupuk dan bahan kimia. Tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di level dunia. Visi ini akan menjadi pedoman bagi pengembangan perusahaan," tutur Dwi Satriyo.
Guna mencapai visi yang dicanangkan, Petrokimia Gresik berkomitmen untuk mendukung penyediaan pupuk nasional dalam rangka mencapai ketahanan pangan. Juga berupaya membangun budaya inovasi dan teknologi unggul, melalui pengembangan sumber daya manusia yang lincah dan tangguh. Serta terus meningkatkan kontribusi terhadap kemajuan industri kimia nasional dan berperan aktif dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Sementara untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, Petrokimia Gresik telah menjalankan beberapa rencana strategis. Mulai meresmikan gudang curah Urea dengan kapasitas 20.000 ton, yang merupakan langkah strategis dan progresif dalam upaya untuk dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan produk dan efisiensi biaya operasional.
Kemudian, menyiapkan Pabrik Phonska V. Terlebih sebagai pemegang paten proses NPK, Petrokimia Gresik berhasil melakukan penghematan lebih dari Rp50 miliar atas proyek pengembangan Phonska V, yang menggunakan skema swakelola dari total anggaran proyek senilai Rp507 miliar.
Petrokimia Gresik juga mempersiapkan pabrik soda ash, yang diklaim menjadi pabrik pertama dan satu-satunya di Indonesia untuk memproduksi sumber bahan baku berbagai produk yang banyak ditemui sehari-hari, seperti sabun, deterjen, kertas, tekstil, keramik, gelas, kaca beserta turunan dan lain sebagainya. Sebab kebutuhan soda ash di Indonesia dinilai cukup tinggi, namun suplainya saat ini 100 persen masih dipenuhi dari impor.
Dengan pembangunan pabrik soda ash nantinya, Petrokimia Gresik dalam memproduksi green surfactant dan soda ash akan mampu mendongkrak Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bagi industri nasional. Di mana hal ini sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
"Langkah strategis ini selaras dengan tema ulang tahun ke-52 Petrokimia Gresik yaitu, harus mampu \'Growth Excellence.\' Khususnya dalam menjalankan peran sebagai perusahaan solusi agroindustri dan terdepan di petrochemical industry," kata Dwi Satriyo.