Bos Jakpro: Banyak Investor Asing Minat Garap Proyek LRT Jakarta Fase 1D, 2A, dan 2B
Jakpro menyebut proyek LRT Jakarta Fase 1D, 2A, dan 2B diminati oleh banyak investor asing. Halaman all
(Kompas.com) 10/07/24 19:07 10353104
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menyebut proyek LRT Jakarta Fase 1D, 2A, dan 2B diminati oleh banyak investor asing.
Sebagai informasi, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menawarkan tiga fase proyek LRT Jakarta tersebut kepada investor melalui Jakarta Investment Center (JIC).
Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin mengatakan, sampai saat ini sejumlah investor dalam dan luar negeri telah menyatakan surat pernyataan minat (letter of intent/LoI) ke Jakpro.
DOKUMENTASI KEMENHUB Hingga pekan kedua Juni 2024, pekerjaan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai sudah mencapai 18,147 persen.Dia bilang, dari sekian investor yang menyatakan minat terhadap proyek LRT Jakarta Fase 1D, 2A, dan 2B ini kebanyakan berasal dari luar negeri. Sayangnya, dia enggan menyebutkan jumlahnya.
"Sebagian besar dari luar negeri," ujarnya saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu, ditulis Rabu (10/7/2024).
Dia menyebut, saat ini pihaknya tengah menindaklanjuti LoI yang sudah masuk untuk dipertimbangkan penawaran mana yang paling cocok untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya.
"Sampai saat ini banyak investor yang sudah menyatakan minat dengan mengirimkan surat minat ke Jakpro, dan tim pengembangan bisnis sudah melakukan pendalaman-pendalaman dari beberapa skema-skema investasi yang mereka ajukan," ucapnya.
"Pertimbangannya karena integrasi dengan moda lain yang kita inginkan. Jadi masterplan transportasi nyawa utamanya kan integrasi, itu dulu yang menjadi utama," kata Iwan saat ditemui di Halte TransJakarta Bundaran HI, Jakarta, Rabu (10/7/2024).
Dia menjelaskan, penawaran tiga fase LRT Jakarta itu sudah beberapa kali dilakukan. Sebab, Pemrprov DKI meminta Jakpro selaku kontraktor proyek untuk mencari sumber pendanaan selain dari APBD.
"Dari dulu kita buka kok itu. Karena kita kan dichallenge sama Pemprov supaya membuka alternatif financingnya, jangan terlalu membebani APBD," tuturnya.
Mengutip laman JIC, proyek LRT Jakarta Fase 1D, 2A, dan 2B ditawarkan dengan total nilai investasii sebesar Rp 24,06 triliun.
Pemprov DKI Jakarta menawarkan investasi proyek ini dengan skema pendanaan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau Public-Private Partnerships (PPP).
Ketiga proyek ini telah mengantongi izin trayek dari Pemprov DKI Jakarta dan telah dilakukan studi kelayakan (feasibility study/FS) dan pra basic engineering design.
Seperti diketahui, LRT Jakarta Fase 1A sudah beroperasi sejak 2019 dengan rute sepanjang 5,8 kilometer dari Pegangsaan Dua, Jakarta Utara ke Velodrome, Jakarta Timur.
Jalur tersebut akan diperpanjang dari Velodrome ke Manggarai, Jakarta Selatan sepanjang 6,4 km. Proyek LRT Jakarta Fase 1B ini sedang dikerjakan dan ditargetkan rampung pada 2026 dan mulai beroperasi awal 2027.
Kemudian pembangunan LRT Jakarta akan dikembangkan Fase 2A dengan lintas Kelapa Gading-JIS, Fase 1C Manggarai-Dukuh Atas, Fase 1D Dukuh Atas-Pesing, juga Fase 3A dan 3B yang masing-masing akan melengkapi rute Kemayoran-Jakarta International Stadium (JIS)-Kelapa Gading-Velodrome-Klender-Halim.