IHSG Menguat Tipis Sejak Awal 2024, Net Sell Asing Masih Rp 5,37 Triliun

IHSG Menguat Tipis Sejak Awal 2024, Net Sell Asing Masih Rp 5,37 Triliun

IHSG menguat 0,20% sejak awal tahun  ke 7.287,04 hingga akhir perdagangan di BEI, Rabu (10/7).

(Kontan) 11/07/24 05:15 10381405

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,24% atau 17,24 poin ke 7.287,04 hingga akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (10/7). IHSG tercatat menguat 1,25% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG menguat 0,20%.

Posisi IHSG ini berbalik dari hari sebelumnya yang masih melemah tipis 0,04% sejak awal tahun. Meski IHSG sudah menguat, aliran dana investor asing masih belum berbalik sepenuhnya.

Sejak awal tahun, asing masih mencatat net sell Rp 5,37 triliun. Berikut saham-saham dengan net sell terbesar sejak awal tahun:

  1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 16,53 triliun (harga turun 15,28% YtD)
  2. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 6,73 triliun (harga turun 41,86% YtD)
  3. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 4,73 triliun (harga turun 19,65% YtD)
  4. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 3,83 triliun (harga turun 6,08% YtD)
  5. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) Rp 3,33 triliun (harga naik 41,90% YtD)
  6. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 2,87 triliun (harga turun 20% YtD)
  7. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) (harga turun 10,37% YtD)
  8. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) Rp 1,17 triliun (harga turun 21,21% YtD)
  9. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 1,03 triliun (harga turun 4,97% YtD)
  10. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 912,2 miliar (harga turun 10,33% YtD)

Sedangkan saham-saham dengan net buy asing terbesar sejak awal tahun adalah

  1. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 9,35 triliun (harga naik 73,28% YtD)
  2. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 5,99 triliun (harga naik 80,95% YtD)
  3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 2,95 triliun (harga naik 7,45% YtD)
  4. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Rp 1,54 triliun (harga naik 12,50% YtD)
  5. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp 1,36 triliun (harga turun 21,51% YtD)
  6. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 1,3 triliun (harga naik 41,95% YtD)

Ini 10 top leaders atau penyokong kenaikan IHSG sejak awal tahun

  1. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan kenaikan harga 80,95% Ytd
  2. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 73,28%
  3. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 31,44%
  4. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) 246,88%
  5. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 7,45%
  6. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) 5,37%
  7. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) 21,85%
  8. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) 34,51%
  9. PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) 63,21%
  10. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) 41,95%

Top laggards IHSG sejak awal tahun adalah:

  1. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) -20%
  2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) -15,28%
  3. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) -41,86%
  4. PT Astra International Tbk (ASII) -19,65%
  5. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) -7,29%
  6. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) -10,33%
  7. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) -36,72%
  8. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) -31,84%
  9. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) -16,54%
  10. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) -21,21%

Dari indeks sektoral, sektor energi memimpin kenaikan secara year to date. Sektor energi menguat 15,17% sejak awal tahun. Sektor barang baku menguat 6%. Sektor kesehatan menanjak 4,21%. Sektor infrastruktur naik 0,75%.

Sementara tujuh indeks sektoral masih tercatat turun sejak awal tahun. Sektor teknologi ambles 26,23%. Sektor transportasi dan logistik merosot 18,78%. Sektor properti dan real estate melorot 13,71%. Sektor barang konsumsi nonprimer turun 10,27%. Sektor perindustrian melemah 7,29%. Sektor keuangan turun 4,85%. Sektor barang konsumsi primer melemah 1,69%.


#berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #n-a

https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-menguat-tipis-sejak-awal-2024-net-sell-asing-masih-rp-537-triliun