Harga Bitcoin Kembali Tertekan, Jatuh 15% dalam Sebulan

Harga Bitcoin Kembali Tertekan, Jatuh 15% dalam Sebulan

Pasar kripto naik dalam 24 jam terakhir. Namun, harga Bitcoin kembali tertekan, bahkan jatuh sebanyak 15% dalam sebulan terakhir.  - Halaman all

(InvestorID) 11/07/24 06:23 10385106

JAKARTA, investor.id - Pasar kripto naik dalam 24 jam terakhir. Namun, harga Bitcoin kembali tertekan, bahkan jatuh sebanyak 15% dalam sebulan terakhir. 

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Kamis pagi (11/7/2024) pukul 06.10 WIB, kapitalisasi pasar kripto global menguat 0,26% menjadi US$ 2,13 triliun dalam 24 jam. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) turun 0,39% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 57.688 per koin atau setara Rp juta (kurs, Rp 16.284).

Sementara itu, Ethereum (ETH) justru terkerek 1,36% menjadi US$ 3.101 per koin. Hal senada juga terjadi pada Binance (BNB) yang menguat 1,53% dalam 24 jam. Sehingga BNB dibanderol dengan harga US$ 523 per koin.  

Dikutip dari Coindesk, Bitcoin (BTC) telah jatuh 15% selama sebulan terakhir, dengan banyak pengamat pasar menyalahkan tekanan jual dari operator penambangan bitcoin, pengembalian dana Mt. Gox, dan yang terbaru, negara bagian Saxony di Jerman.

Greg Cipolaro, kepala penelitian di NYDIG, menyebut hal tersebut dinilainya berlebihan. "Meskipun emosi dan psikologi mungkin berkuasa dalam jangka pendek, analisis kami menunjukkan bahwa dampak harga dari potensi penjualan mungkin berlebihan," tulisnya.

"Kami tidak mengabaikan fakta bahwa faktor-faktor lain mungkin berperan di sini, tetapi masuk akal untuk berpikir bahwa investor rasional mungkin menganggap ini sebagai peluang menarik yang diciptakan oleh ketakutan yang tidak rasional," tambahnya.

Selama beberapa minggu terakhir, investor telah terpaku pada transfer yang terkait dengan wallet Bitcoin yang terhubung dengan aset bursa Mt. Gox yang sudah tutup, pemerintah AS, dan negara bagian Saxony di Jerman, yang memicu kekhawatiran tentang penjualan aset senilai lebih dari US$ 20 miliar yang dimiliki ketiga entitas tersebut.

Penjualan Aset BTC

Bahkan ketiga ketiganya menjual semua aset mereka, sekitar 375 ribu BTC per 9 Juni, sekaligus, Cipolaro menemukan bahwa penurunan harga BTC selama beberapa minggu terakhir lebih dalam daripada yang seharusnya terjadi pada saham. Hal itu berdasarkan analisis biaya transaksi (TCA) Bloomberg, indikator yang telah lama digunakan di pasar tradisional untuk memperkirakan dampak harga dari penjualan blok saham biasa.

Cipolaro juga berpendapat bahwa laporan terbaru tentang penambang yang menyerah dan menjual aset BTC mereka secara massal setelah peristiwa halving tahun ini tidak hanya dilebih-lebihkan, tetapi dalam beberapa kasus sama sekali tidak akurat.

Data NYDIG menunjukkan bahwa perusahaan pertambangan yang terdaftar secara publik benar-benar meningkatkan kepemilikan bitcoin mereka pada bulan Juni. Dan meskipun jumlah BTC yang terjual sedikit meningkat bulan lalu, jumlahnya masih jauh dibawah level yang terlihat awal tahun ini dan tahun lalu.

Cipolaro menyarankan agar tidak mengandalkan data blockchain tentang penambang yang memindahkan aset tanpa mengetahui sifat transaksi tersebut. "Mengidentifikasi bahwa bitcoin dipindahkan ke bursa atau meja OTC, bahkan jika dilakukan dengan benar, hanya memberitahu kita bahwa koin tersebut dipindahkan. Itu saja. Bisa saja digadaikan atau dipinjamkan, belum tentu dijual,” ucapnya. 

Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #bitcoin #btc #ethereum #harga-bitcoin #eth #binance #bnb #pasar-kripto #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/366670/harga-bitcoin-kembali-tertekan-jatuh-15-dalam-sebulan