Harga Minyak Rebound Ditopang Stok Minyak AS Anjlok
Harga minyak rebound pada Rabu (10/7/2024), akhiri pelemahan yang terjadi tiga hari beruntun, ditopang stok minyak AS anjlok - Halaman all
(InvestorID) 11/07/24 05:48 10385109
HOUSTON, investor.id - Harga minyak rebound pada Rabu (10/7/2024), akhiri pelemahan yang terjadi tiga hari beruntun. Setelah lonjakan aktivitas penyulingan minyak AS minggu lalu menyebabkan penurunan persediaan bensin dan minyak mentah yang lebih besar dari perkiraan. Namun, kenaikan tersebut terbatas karena kecilnya gangguan pasokan akibat Badai Beryl.
Dikutip dari Reuters, harga minyak berjangka Brent ditutup menguat 42 sen (0,5%) menjadi US$ 85,08 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup terkerek 69 sen (0,85%) menjadi US$ 82,1 per barel.
Harga WTI sempat naik sebanyak US$ 1 selama sesi perdagangan tersebut, setelah Badan Informasi Energi AS melaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS turun 3,4 juta barel menjadi 445,1 juta barel dalam minggu yang berakhir pada 5 Juli, jauh melebihi ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk penarikan 1,3 juta barel.
Stok bensin turun 2 juta barel menjadi 229,7 juta barel, jauh lebih besar dari perkiraan analis yang memperkirakan penarikan 600 ribu barel selama minggu libur Hari Kemerdekaan AS.
"Lebih dari apapun, data EIA tampaknya menjadi kekuatan pendorong saat ini untuk harga yang lebih tinggi," kata Phil Flynn, analis di Price Futures Group.
Kedua kontrak berjangka minyak mentah berakhir tiga sesi sebelumnya lebih rendah karena tanda-tanda bahwa industri energi Texas relatif tidak terdampak oleh Badai Beryl. Perusahaan minyak dan gas memulai kembali beberapa operasi pada hari Selasa. Pada Rabu (10/7/2024) pagi, Pelabuhan Houston mengatakan telah kembali ke waktu mulai normal untuk operasi di delapan terminal publiknya.
Kilang minyak dan fasilitas produksi lepas pantai mengalami kerusakan badai yang terbatas dan sebagian besar telah kembali beroperasi normal, meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan.
Pernyataan Powell
Ketua The Fed Jerome Powell dalam pernyataanya mengaku belum siap untuk menyatakan inflasi telah dikalahkan, tetapi merasa AS tetap berada di jalur menuju harga yang stabil dan pengangguran yang terus rendah.
Investor bertaruh pada pemangkasan suku bunga pada September, yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak.
Tim Snyder, ekonom di Matador Economics, mengatakan, risiko geopolitik tidak banyak mempengaruhi harga, kata analis, dengan investor agak lelah dengan diskusi tentang gencatan senjata di Gaza dan perang di Ukraina. “Kami melihat berita di luar sana yang berdampak kecil pada pasar, yang berarti pasar mengabaikannya,” tambahnya.
Di Timur Tengah, kepala Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah mengatakan bahwa jika Hamas mencapai kesepakatan gencatan senjata Gaza dengan Israel, Hizbullah akan menghentikan operasinya tanpa perlu pembicaraan terpisah. Kelompok itu mulai menembaki target Israel di perbatasan untuk mendukung Palestina setelah sekutunya Hamas melancarkan serangan 7 Oktober terhadap Israel yang memicu perang di Gaza.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-minyak #minyak-mentah #brent #wti #stok-minyak #ketua-the-fed #the-fed #jerome-powell #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/366669/harga-minyak-rebound-ditopang-stok-minyak-as-anjlok