Resah dan Trauma Selimuti Korban Turap Longsor di Cipayung Depok
Peristiwa longsor di Cipayung membuat Desi trauma. Dia khawatir kejadian tersebut bakal terjadi lagi di kemudian hari. Halaman all
(Kompas.com) 11/07/24 10:25 10402565
DEPOK, KOMPAS.com - Desi (40), warga Taman Induk Cipayung, Depok, mengaku resah setelah dinding turap yang berada tepat di belakang rumahnya longsor, Senin (8/7/2024) malam.
"Panik banget kita sekeluarga (pas longsor). Ya langsung telepon pak RT terus beliau bareng pak RW langsung datang ke sini semua," kata Desi saat ditemui di Cipayung, Depok, Rabu (10/7/2024).
Bahkan, peristiwa longsor tersebut membuatnya trauma. Dia khawatir kejadian tersebut bakal terjadi lagi di kemudian hari.
"Trauma (ada). Jadi takut kalau perasaan sih, jadi kayak kita enggak tenang bawaannya, takutnya ada susulan atau gimana," ucap Desi.
Desi menceritakan awal mula terjadinya longsor tersebut. Dia bersama keluarganya sedang berkumpul di dalam rumah ketika hujan lebat melanda wilayah tersebut.
Begitu waktu menunjukan pukul 19.30 WIB, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari arah belakang rumahnya.
Bahkan, suara gemuruh itu dibarengi dengan getaran yang terasa dari lantai rumahnya.
"Iya barengan bunyi itu \'bruk\' sama jatuhnya (turap) barengan. Sampai ubin ini (teras rumah) getar gitu, kencang banget bunyinya," ujar Desi.
Mengalami hal tersebut, membuat Desi panik. Dia akhirnya langsung bergegas ke area belakangnya untuk mengecek apa yang terjadi.
"Jadi dapur kena (longsoran) sama pinggir-pinggir kolam. Kan sisi atas dan bawah ada turap, di bawahnya itu saya yang bikin turap juga itu hancur demua ketimpa," ujar Desi.
"Terus ini juga ada jalan setapak gitu untuk naik ke atas dan bawah, (itu juga) hancur semua," lanjutnya.
Setelah itu, Desi memutuskan untuk melaporkan peristiwa yang menimpanya ke RT setempat. Mereka pun langsung datang dan mengecek longsor itu.
Namun, petugas dan pengurus warga setempat tak berani untuk segera melakukan evakuasi lantaran takut terjadi longsor susulan.
"Evakuasinya besoknya (Selasa 9/7/2024), karena kan keadaannya itu sudah malam, orang kan juga enggak berani turun, takut ada susulan. Jadi pas hari kejadian dilihat-lihat saja," tutur Desi.
Sudah dua kali longsor
Desi menyebutkan, rasa was-was dari dalam dirinya disebabkan karena peristiwa longsor yang menimpa dirinya sudah terjadi dua kali.
"Sudah dua kali. Kemarin (longsornya) yang agak sebelah kanan dari titik longsor ini," terang Desi.
Untuk yang pertama, longsor terjadi di tahun 2000-an di dinding turap bagian ujung kanan dari rumah Desi.
Namun, longsor itu tidak mengakibatkan kerusakan pada rumahnya.
Sedangkan untuk longsor yang kedua kalinya ini, ternyata sedikit merusak beberapa bangunan rumahnya termasuk dapur dan halaman belakang rumah.
"Sedikit doang sih dapur (rusaknya), enggak begitu parah," lanjut Desi.
#turap-longsor-di-depok #turap-longsor-timpa-rumah-di-depok #turap-longsor-seret-dapur-warga-depok #tanah-longsor-di-cipayung