Manfaatkan Teknologi, Pendapatan Nelayan Naik 12 Kali Lipat
Nelayan yang bergabung dengan Aruna mengalami kenaikan pendapatan mulai 3 sampai 12 kali lipat. Halaman all
(Kompas.com) 11/07/24 11:30 10407137
JAKARTA, KOMPAS.com - Aruna, perusahaan teknologi di bidang kelautan dan perikanan, melaporkan para nelayan yang bergabung dengan Aruna mengalami kenaikan pendapatan mulai 3 sampai 12 kali lipat.
Co-Founder dan Chief Executive Officer Aruna, Farid Naufal Aslam mengatakan, pada 31 Mei 2024 lalu, Aruna mendirikan Aruna Community Hub di Ujung Genteng, Jawa Barat.
Ujung Genteng dipilih sebagai lokasi perdana pembangunan Aruna Community Hub karena tingkat produktivitasnya yang tinggi, dilihat dari persentase pendapatan dan tangkapan yang meningkat sebesar 15 persen daripada tahun lalu.
SHUTTERSTOCK/M AFIF ABDULLAH Ilustrasi perikanan, ikan segar hasil tangkapan nelayan.Dia bilang hal itu merupakan salah satu hasil dari misi Aruna, yakni memanfaatkan sumber daya laut secara berkelanjutan dengan membangun kesejahteraan sosial nelayan, pertumbuhan ekonomi, dan keseimbangan ekologi laut.
“Volume hasil laut yang terserap secara transaksional di Aruna Hub mencapai 40.000 ton pada tahun 2023. Pendapatan Nelayan Aruna rata-rata juga tercatat naik tiga sampai 12 kali lipat,” ujar Farid, dalam siaran persnya, dikutip Kamis (11/7/2024).
Lebih lanjut Farid mengatakan, saat ini jumlah nelayan yang bergabung dengan Aruna mencapai lebih dari 55.000 orang di titik pasok yang tersebar di 150 lokasi di seluruh Indonesia.
Dia mengatakan, Aruna sudah menjangkau 90 persen provinsi di Indonesia.
“Adapun, beberapa macam seafood premium Aruna ialah tuna, kepiting, lobster, dan yang lain. Di sinilah letak kekuatan Aruna, yakni pada banyaknya titik pasok, sehingga kesempatan untuk menjajaki beberapa pasar lain pun kian terbuka lebar, seperti Eropa, Jepang, dan Timur Tengah,” ujar Farid.
iStockphoto/cweimer4 Ilustrasi nelayan menangkap ikan.Kemudian, untuk meningkatkan kesejahteraan sosial nelayan, Aruna juga mendorong keikutsertaan Nelayan Aruna pada program BPJS Ketenagakerjaan. Hampir 1.000 peserta kini telah resmi menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Dari sisi keberlangsungan lingkungan, Aruna mengajak masyarakat pesisir untuk mengolah sampah domestik dan sampah cangkang rajungan.
Sementara itu, Co-Founder dan Chief Sustainability Officer Aruna Utari Octavianty mengatakan, untuk sampah cangkang rajungan itu dibuat jadi bubuk, diolah jadi pakan ikan, kemudian dijual.
“Berdasar Laporan Keberlanjutan Aruna 2023, Aruna telah berhasil mengolah 100 ton limbah menjadi pakan ikan,” kata Utari.
Langkah itu turut membantu meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir untuk mengelola sampah melalui pendekatan ekonomi sirkular, sekaligus bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan lain.
“Ini merupakan upaya Aruna untuk mengurangi dampak negatif kegiatan ekonomi terhadap lingkungan,” ujar Utari.