Siswi Korban Pemerkosaan di Koja Sempat Diminta Polisi untuk Damai dengan Pelaku
Ironi, siswi korban pemerkosaan di Koja, Jakarta Utara, diminta polisi untuk berdamai dengan pelaku. Keluarga menolak dan meminta melanjutkan kasusnya Halaman all
(Kompas.com) 11/07/24 14:34 10421607
JAKARTA, KOMPAS.com - S (16), siswi di Koja, Jakarta Utara, yang diduga dihamili oleh pria yang dikenal dari Instagram diminta untuk menyelesaikan masalah dialaminya secara kekeluargaan.
Kuasa hukum keluarga S, Amriadi Pasaribu mengatakan, permintaan damai antara korban dan pelaku atas kasus pemerkosaan diinisiasi oleh polisi.
"Akhirnya, saya bertemu lagi dengan penyidik dan bahwa ada upaya untuk melakukan proses pendamaian," ujar Amriadi kepada Kompas.com, Rabu (10/7/2024).
Momen perencanaan damai itu terjadi setelah Amriadi bertemu dengan penyidik dari Polres Metro Jakarta Utara yang menangani perkara ini.
Namun, Amriadi menolak. Ia tetap meminta polisi untuk melanjutkan perkara dugaan aksi kekerasan seksual yang telah dilaporkan pada Maret 2024.
"Namun saya merasa tidak benar dan kasus ini harus diselidiki (lebih) lanjut," kata Amriadi.
Amriadi mendesak penyidik untuk menangkap dan menahan pelaku yang telah menghamili korban.
Sebab, sejak kasus dilaporkan Maret 2024, pelaku masih bebas berkeliaran.
"Itu pelaku belum ditahan, saya kira penyidik jangan lah main-main, apalagi ini kan korbannya anak-anak," ucap Amriadi.
Amriadi mengemukakan, tak sedikit orang yang datang ke keluarga S untuk membujuk agar kasus ini diselesaikan kekeluargaan.
Namun, keluarga S tetap menolak dan ingin membawa kasus ini ke jalur hukum.
S sudah berkali-kali diperiksa baik itu di kantor polisi, dan di sekolahnya.
Pemeriksaan yang berulang kali justru membuat S semakin trauma. Di sisi lain, pelaku masih belum ditangkap juga.
Diberitakan sebelumnya, S diduga disetubuhi oleh K sebanyak dua kali pada September 2023. Keduanya berkenalan melalui media sosial Instagram.
Awalnya, S tak mau bercerita kepada ibunya bahwa pernah disetubuhi K. Ia hanya sering mengurung diri di kamar.
Namun pada Maret 2024, S mengeluh kepada ibunya karena tak menstruasi selama beberapa bulan terakhir.
Akhirnya, S dibawa ke dokter oleh ibunya untuk diperiksa dan ternyata hamil. Setelah itu, S dan ibunya pergi ke rumah K untuk meminta pertanggung jawaban.
Namun, setibanya di sana S dan ibunya justru tidak diterima baik dan dihina.
Sang ibu kesal dan langsung melaporkan peristiwa putrinya itu ke Polres Metro Jakarta Utara dengan didampingi oleh kuasa hukum.
(Reporter : Shinta Dwi Ayu | Editor : Akhdi Martin Pratama)
#siswi-di-koja-disetubuhi-hingga-hamil #siswi-di-koja-dihamili-pemuda