Ustadz Muflih Safitra Berduka Atas Wafatnya Ustadz Yazid, Begini Doa Spesialnya

Ustadz Muflih Safitra Berduka Atas Wafatnya Ustadz Yazid, Begini Doa Spesialnya

Ya Allah ampunilah dia, kasihanilah dia.

(Republika) 11/07/24 16:56 10434073

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas meninggal dunia pada Kamis (11/7/2024) di Bogor, Jawa Barat. Pendakwah yang juga diketahui merupakan dai yang kerap menyebarkan dakwah sunnah, Ustaz Muflih Safitra, mengungkapkan, pengasuh Pondok Pesantren Minhaj As-Sunnah, Bogor, tersebut meninggal dunia pada pukul 13.35 WIB.

Secara khusus, Ustadz Muslih mendoakan Ustadz Yazid.

اللهماغفرلهوارحمهوعافهواعفعنه.اللهماجعلقبرهروضةمنرياضالجنة

"Ya Allah, ampunilah dia, kasihanilah dia, beri dia kesehatan, dan maafkan dia. Ya Tuhan, jadikan kuburannya taman surga."

Ungkapan duka cita juga dikatakan oleh Ustadz Firanda Andirja.

"Keluarga besar Ustadz Firanda Andirja dan tim UFA Official turut berduka cita atas wafatnya guru kami tercinta Ustadzuna Yazid bin Abdul Qadir Jawas," demikian keterangan di akun Instagram resmi Ustadz Firanda dikutip Republika.co.id di Jakarta, Kamis siang WIB.

Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawaz lahir di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah pada 1962, yang dikenal sebagai mubalig di Indonesia. Da\'i yang tinggal dan dibesarkan di Bogor, Jawa Barat, ini dikenal perhatian dalam menebarkan sunnah.

Ustadz Yazid adalah pembina sekaligus pengisi Radio Rodja. Ustad Yazid Jawaz yang dikenal dengan ceramahnya yang tegas ini ternyata mempunyai kecerdasan yang luar biasa.

Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Lc. lahir di Kebumen, 1963. Dia dikenal sebagai seorang penulis, penceramah, ustaz, dan mubalig Sunni asal Indonesia. Di Indonesia, ceramah-ceramah Yazid sering dikaitkan dengan gerakan ultra-konservatif Salafiyah.

Ia juga dikenal karena menulis banyak buku-buku keagamaan Islam dalam bahasa Indonesia. Ceramah-ceramahnya yang dinilai kontroversial membuat Yazid seringkali mendapat kritik dari sejumlah Muslim Indonesia.

Pada awal pendidikannya, Ustadz Yazid tercatat sebagai lulusan LIPIA dan merupakan murid dari Abdur Razaq bin Abdul Muhsin al-Abbad, seorang guru besar dari Universitas Islam Madinah. Ustadz Yazid diketahui juga pernah berguru kepada Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, seorang ulama Sunni dari Makkah. Ustadz Yazid juga dikabarkan menguasai kitab Bulughul Maram karya Ibnu Hajar yang pada saat itu diklaim, hanya sedikit orang yang mampu menguasai kitab tersebut.

Ustadz Yazid membina sebuah pondok pesantren di Dramaga, Bogor, yaitu pondok pesantren Minhajus Sunnah. Selain sibuk dengan aktivitas mengajar para santri di pondok, dia juga aktif mengisi pengajian rutin dan tabligh akbar di berbagai kota di Indonesia.

Salah satu bukunya, Mulia dengan Manhaj Salaf, sempat memicu kontroversi di Indonesia. Pendiri Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengkritik buku ini. HRS juga menyatakan Indonesia, Malaysia, dan Brunei, sebagai negara yang mayoritas penduduknya berakidah Asy\'ari juga harus memiliki undang-undang yang melarang penyebaran paham Wahhabisme.

#ustadz-yazid-bin-abdul-qadir-jawas #ustadz-yazid-bin-abdul-qodir-jawas #dakwah-ustadz-yazid-bin-abdul-qadir-jawas #jejak-dakwah-ustadz-abdul-qadir-jawas #ceramah-ustadz-abdul-qadir-jawas #yazid-abdul

https://khazanah.republika.co.id/berita/sgge9e483/ustadz-muflih-safitra-berduka-atas-wafatnya-ustadz-yazid-begini-doa-spesialnya