Proyek Pipeline dan Beyond Pipeline, Upaya PGN Tingkatkan Efektivitas Penyaluran Gas Bumi Domestik
PGN mendorong proyek pipanisasi gas bumi untuk mewujudkan penyaluran yang efisien dan efektif termasuk adaptif dalam menangkap peluang ke depan.
(Kompas.com) 11/07/24 12:48 10442740
KOMPAS.com – Subholding Gas Pertamina PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk berkomitmen mendukung pemerintah memenuhi kebutuhan gas bumi nasional dengan kompetensi yang dimiliki dalam pengelolaan selama ini.
PGN menjalankan penjagaan keamanan suplai melalui integrasi infrastruktur dan proyek strategis yang disiapkan dan menitikberatkan pada efisiensi serta efektifitas logistic cost penyaluran gas bumi.
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Rosa Permata Sari mengatakan, PGN tetap mengembangkan core business yang sudah melekat dalam PGN terkait pengembangan proyek transmisi dan distribusi gas bumi.
Oleh karenanya, PGN berfokus pada pengembangan proyek pipanisasi gas bumi dan pengembangan infrastruktur beyond pipelinebeserta infrastruktur pendukungnya.
Pengguna gas bumi juga akan mendapatkan akses yang affordable apabila infrastruktur gas bumi semakin berkembang di berbagai wilayah.
PGN terlibat dalam sejumlah proyek strategis, di antaranya proyek pipa gas WNTS-Pemping untuk menyalurkan gas dari Lapangan Natuna ke pasar dalam negeri.
PGN juga menyambut penyelesaian proyek jaringan gas Cirebon–Semarang tahap II dan akan bersinergi dengan pemerintah untuk membawa gas dari Jawa Timur ke Jawa Barat.
“Terdapat inisiatif bisnis baru untuk pengembangan Pipa Cisem II di mana kami akan membangun Pipa Distribusi Tegal–Cilacap menuju Refinery Unit IV Cilacap sepanjang kurang lebih 130 kilometer (km),” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (11/7/2024).
Proyek pengembangan PGN lainnya, yaitu infrastruktur gas di kilang Tuban dan pembangunan infrastruktur pipa untuk mendukung pabrik pupuk di wilayah Timur Indonesia.
Tidak hanya di Jawa, interkoneksi pipa yang juga akan dijalankan adalah Pipa Dumai-Sei Mangke melalui dukungan pemerintah dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Interkoneksi lainnya, meliputi Pipa Duri–Balam, Duri–Petapahan, Pipa Bangkanai–Balikpapan, dan Pipa Bintuni–Fakfak.
Cara-cara tersebut diharapkan dapat menutup gap sumber pasokan yang disebabkan oleh infrastruktur pipa yang belum tersambung.
Rosa menegaskan, PGN berkomitmen menjaga keamanan pasokan gas dengan menggunakan integrasi infrastruktur.
“Di sisi lain, kami menyusun pengembangan proyek strategis yang adaptif mengisi peluang bisnis ke depan. Tentu dengan mempertimbangkan skema logistik yang tepat dan efisien,” ujarnya.
Proyek regasifikasi
Sejalan dengan adanya penugasan regasifikasi ke Pertamina, kerja-kerja PGN kini sesuai dengan upaya dalam menguatkan dan mengintegrasikan pemanfaatan infrastruktur gas pipa dan beyond pipeline.