Harga Minyak Naik Berkat Data Inflasi AS Mendingin

Harga Minyak Naik Berkat Data Inflasi AS Mendingin

Harga minyak naik pada Kamis (11/7/2024). Harapan pemotongan suku bunga AS meningkat setelah data menunjukkan perlambatan inflasi - Halaman all

(InvestorID) 12/07/24 04:30 10486498

NEW YORK, investor.id - Harga minyak naik pada Kamis (11/7/2024), menguat dua hari beruntun dengan patokan Brent menetap di atas US$ 85 per barel. Harapan pemotongan suku bunga AS meningkat setelah data menunjukkan perlambatan inflasi yang tidak terduga.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent naik 32 sen (0,4%) menjadi US$ 85,40 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 52 sen (0,6%) menjadi US$ 82,62 per barel.

Data menunjukkan harga konsumen AS turun pada Juni, meningkatkan harapan bahwa The Fed akan segera memangkas suku bunga. Setelah data dirilis, para pedagang memperkirakan kemungkinan pemangkasan suku bunga pada September sebesar 89%, naik dari 73% pada Rabu (10/7/2024).

Para analis Growmark Energy menjelaskan, inflasi yang melambat dan pemangkasan suku bunga kemungkinan akan mendorong lebih banyak aktivitas ekonomi. 

Ketua The Fed Jerome Powell mengakui tren peningkatan tekanan harga baru-baru ini, tetapi mengatakan kepada anggota parlemen bahwa diperlukan lebih banyak data untuk memperkuat argumen pemangkasan suku bunga.

Gary Cunningham, direktur penelitian pasar di Tradition Energy, mengatakan data tersebut menurunkan indeks dolar AS, yang seharusnya mendukung harga minyak. Dolar yang lebih lemah dapat meningkatkan permintaan minyak yang dihargai dalam dolar dari pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Harga minyak juga naik pada Rabu, mengakhiri penurunan selama tiga hari setelah data AS menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah di pasar minyak terbesar dunia, bersama dengan penurunan inventaris dan permintaan yang kuat untuk bensin dan bahan bakar jet.

Pasokan Minyak

Kontrak berjangka minyak mentah AS bulan depan mencatat premi tertinggi sejak April dibandingkan dengan kontrak bulan berikutnya. Kesediaan peserta pasar untuk membayar premi untuk tanggal pengiriman lebih awal, struktur yang dikenal sebagai backwardation, biasanya merupakan tanda ketatnya pasokan.

Beberapa pihak masih percaya prospek permintaan minyak masih rapuh. Dalam laporan pasar minyak bulanan, Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan pertumbuhan permintaan global melambat menjadi kurang dari satu juta barel per hari tahun ini dan tahun depan, terutama mencerminkan kontraksi konsumsi di China.

Namun, kelompok produsen OPEC dalam laporan bulanannya pada hari Rabu mempertahankan perkiraan pertumbuhan permintaan dunia tidak berubah, yaitu 2,25 juta barel per hari tahun ini dan 1,85 juta barel per hari tahun depan.

"Perkiraan permintaan dari OPEC dan IEA lebih berbeda dari biasanya, sebagian karena perbedaan pendapat mengenai kecepatan transisi dunia ke bahan bakar yang lebih bersih," kata analis StoneX, Alex Hodes.

Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-minyak #minyak-mentah #inflasi-as #pemangkasan-suku-bunga #the-fed #pasokan-minyak #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/366776/harga-minyak-naik-berkat-data-inflasi-as-mendingin