Dua Indeks Wall Street Jeblok Tertekan Aksi Jual Saham Big Tech
Dua indeks Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq Composite, jeblok pada Kamis (11/7/2024), tertekan aksi jual saham Big Tech, termasuk Nvidia - Halaman all
(InvestorID) 12/07/24 05:23 10491470
NEW YORK, investor.id – Dua indeks Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq Composite, jeblok pada Kamis (11/7/2024), menghentikan reli panjang pemecahan rekor tertinggi. Hal itu karena tertekan aksi jual saham Big Tech, termasuk Nvidia yang ambles lebih dari 5%.
Dikutip dari CNBC internasional, katalis penurunan tersebut adalah pembacaan indeks harga konsumen terendah dalam lebih dari tiga tahun, yang menyebabkan meningkatkan taruhan pemangkasan suku bunga dan investor beralih ke saham berkapitalisasi kecil dan saham terkait perumahan.
S&P 500 jatuh 0,88%, turun dari rekor yang disentuhnya di awal sesi dan ditutup pada 5.584,54. Nasdaq Composite anjlok 1,95%, setelah juga mencapai rekor baru di awal hari perdagangan. Indeks yang sarat teknologi itu berakhir pada 18.283,41, terbebani oleh penurunan saham Nvidia lebih dari 5%.
Hal sebaliknya terjadi pada Dow Jones Industrial Average yang justru naik 32,39 poin (0,08%) berakhir pada 39.753,75. Tidak hanya itu, indeks acuan saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 Index malah melonjak 3,6% karena investor berharap The Fed memangkas suku bunga pada bulan September dan ekonomi akan membaik setelah data inflasi Amerika Serikat (AS).
Saham terkait perumahan seperti Home Depot dan D.R. Horton melonjak karena harapan bahwa suku bunga yang lebih rendah akan memicu kembali pasar perumahan yang mandek. Saham industri seperti Caterpillar juga naik.
Indeks harga konsumen AS turun 0,1% bulan lalu dari Mei, sehingga tingkat inflasi tahunan turun menjadi 3%. Sedangkan ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan kenaikan bulanan sebesar 0,1% dan tingkat tahunan sebesar 3,1%.
CPI inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, mencapai tingkat tahunan sebesar 3,3%, juga lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom.
Pemangkasan Suku Bunga
Sementara itu, imbal hasil obligasi AS turun menyusul data CPI karena para pedagang menaikkan taruhan mereka untuk pemangkasan suku bunga.
Peluang pemangkasan suku bunga pada September naik menjadi sekitar 93% berdasarkan perdagangan berjangka dana federal menyusul data CPI, menurut CME FedWatch Tool. Traders masih melihat Fed tidak akan mengubah apa pun pada pertemuannya akhir bulan ini.
Peter Boockvar, kepala investasi di Bleakley Financial Group, mengatakan, pergerakan pasar mencerminkan seberapa jauh telah meregangkan batasan antara beberapa saham teratas yang semua tahu dengan lainnya.
“Jika ada area pasar yang membutuhkan pemangkasan suku bunga, maka bisnis skala kecil dan menengah adalah jawabannya. Sebab, bisnis ini yang paling menderita akibat tingginya biaya modal,” tutupnya.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #wall-street #nasdaq #dow-jones #s-p-500 #pemangkasan-suku-bunga #the-fed #cpi-juni #inflasi-as #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/366778/dua-indeks-wall-street-jeblok-tertekan-aksi-jual-saham-big-tech-