Transaksi PaDi UMKM Capai Rp 13,5 Triliun, Paling Banyak Dibeli Produk Alat Kantor
PaDi UMKM merupakan marketplace yang menyediakan barang dan jasa UMKM lokal. Halaman all
(Kompas.com) 12/07/24 08:00 10501856
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat nilai transaksi pada aplikasi PaDi UMKM sudah mencapai Rp 13,5 triliun per 2 Juli 2024. Transaksi terbanyak terjadi pada produk peralatan kantor.
PaDi UMKM merupakan marketplace yang menyediakan barang dan jasa UMKM lokal. Pembelian barang dan jasa tidak hanya ritel, tapi juga business to business (b2b) antara BUMN dan UMKM.
Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, Loto Srinaita Ginting mengatakan, nilai transaksi itu akan terus bertambah seiring dengan berjalannya kegiatan PaDi UMKM Hybrid Expo & Conference 2024.
"Angka (transaksi) per 2 Juli 2024, dalam artian sudah keluar invoice bukan hanya sekedar transaksi, itu tercatat Rp 13,5 triliun," ujarnya saat konferensi pers di Sarinah, Jakarta, Kamis (11/7/2024).
Ia menjelaskan, dari sisi frekuensi, produk barang dan jasa yang paling banyak dibeli BUMN adalah alat tulis kantor (ATK), katering dan snak, barang elektronik komputer dan peripheral, pengadaan dan sewa peralatan mesin, serta souvenir dan merchandise.
Kemudian diikuti pengadaan dan sewa kendaraan, jasa konstruksi dan renovasi, jasa event organizer (EO), pengadaan dan sewa perlengkapan furnitur, serta jasa percetakan dan media.
Saat ini Kementerian BUMN pun sedang menyelenggarakan PaDi UMKM Hybrid Expo & Conference 2024 di Sarinah. UMKM yang terlibat dalam gelaran ini merupakan UMKM binaan BUMN.
Loto menargetkan transaksi pada kegiatan ini bisa melampaui tahun lalu yang mencapai Rp 18,7 miliar.
"Jadi harapannya bisa melewati angka tersebut. Harapannya di 2024 kalau bisa angkanya udah di kepala dua bukan satu lagi," tutupnya.