Balitbang Kemenag Terjemahkan Alquran ke Dalam Bahasa Betawi
Tim penerjemahan Alquran diminta memilih diksi yang tepat.
(Republika) 12/07/24 07:50 10508064
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagai bagian dari upaya Penguatan Moderasi Beragama (MB), Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) terus melanjutkan program penerjemahan Alquran ke dalam bahasa daerah. Kali ini, Balitbang Kemenag menerjemahkan Alquran ke dalam bahasa Betawi.
Kepala Badan (Kaban) Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Suyitno menjelaskan, salah satu indikator penting dalam Moderasi Beragama adalah apresiasi terhadap budaya dan kearifan lokal. "Orang-orang sering mengatakannya from local to global, dari bahasa daerah kita bawa ke dunia," ujar Suyitno dalam siaran persnya, Kamis (11/7/2024).
Suyitno mengatakan, proses penerjamahan Alquran ke dalam bahasa Betawi telah sampai 15 juz Alquran dan dikerjakan dalam dalam kurun waktu empat bulan. Menurut dia, penerjamahan ini merupakan langkah penting pemerintah dalam melestarikan budaya lokal melalui pendekatan keagamaan.
Isom menambahkan, penerjemahan Alquran ke dalam bahasa daerah ini berawal dari kesadaran tentang pentingnya mendekatkan masyarakat dengan Alquran. Dia berharap, proses terjemahan Aqur’an bahasa daerah dapat mendorong masyarakat untuk memahami kitab sucinya. “Selain itu, termotivasi untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata dia.
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Asep Saepudin Jahar menyambut baik Terjemahan Alquran ke dalam Bahasa Betawi ini. Dia meyakini bahwa budaya, tradisi, kebiasaan, dan khazanah Betawi banyak yang perlu dihidupkan.
“Pakaian, pencak silatnya, tradisi pernikahannya, atau makanannya perlu diungkap. Bahkan tata cara penyelesaian sengketa ala Betawi pun perlu digali,” ucap dia saat memberikan sambutan pada Pembahasan Penerjemahan Alquran Bahasa Betawi di Jakarta, Rabu (10/7/2024).
Dia pun mengusulkan agar diselenggarakan kontes budaya dan khazanah Betawi pada skala pertemuan internasional. “Kita perlu menghidupkan kembali budaya Betawi ini agar tidak hilang tergerus zaman,” kata Asep.
Lebih lanjut, Asep mengatakan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga berperan penting dalam mendorong terbitnya Terjemahan Alquran Bahasa Betawi. “Kampus memberikan dukungan melalui kontribusi dan kolaborasi para ahli di Pusat Studi Betawi UIN Jakarta,” jelas doa.
Sebagai lembaga, UIN Jakarta dan Puslitbang LKKMO memiliki tanggung jawab untuk melestarikan bahasa dan budaya Betawi dalam konteks Alquran. Oleh karena itu, pihaknya sangat senang bisa berkontribusi aktif dalam menghadirkan Terjemahan Alquran Bahasa Betawi.
“Terjemahan Alquran Bahasa Betawi memiliki irisan-irisan bahasa serta budaya yang perlu dipahami anak muda. Bahkan generasi tua dapat memahami secara orisinal kandungan dan makna Alqur’an dalam konteks bahasa Betawi sebagai bahasa ibu,” jelas Asep.
#alquran #alquran-terjemahan-bahasa-betawi #alquran-betawi #alquran-bahasa-betawi #quran-betawi #bahasa-betawi-quran #bahasa-alquran #terjemahan-alquran #quran-dan-bahasa