Polisi Dalami Dugaan Penganiayaan Wartawan Kompas TV oleh Ormas Pendukung SYL
Disinyalir, dugaan penganiayaan dilakukan oleh beberapa orang. Namun, terkait ini, polisi masih melakukan pendalaman. Halaman all
(Kompas.com) 12/07/24 11:41 10520185
JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi tengah mendalami dugaan penganiayaan terhadap juru kamera Kompas TV, Bodhiya Vimala, oleh oknum organisasi masyarakat (ormas) saat meliput sidang vonis eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2024).
Kasus yang dilaporkan korban pada 11 Juli 2024 ini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.
“Ditreskrimum sedang melakukan pendalaman tentang dugaan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum terhadap orang atau barang terhadap peristiwa yang terjadi ya, dugaan peristiwa pengeroyokan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Ade Ary Syam Indradi saat dikonfirmasi, Jumat (12/7/2024).
Disinyalir, dugaan penganiayaan dilakukan oleh beberapa orang. Namun, terkait ini, polisi masih melakukan pendalaman.
“Telapornya dalam laporan ini dalam penyelidikan. Mohon waktu,” imbuh Ade Ary.
Diberitakan sebelumnya, sidang vonis SYL yang digelar Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat berakhir ricuh. Usai vonis dibacakan hakim, terjadi insiden desak-desakan di luar ruang sidang.
Bodhiya yang menjadi korban dugaan penganiayaan menjelaskan, peristiwa pemukulan dan penendangan terhadap dirinya bermula ketika hakim menyatakan sidang ditutup.
Saat itu, petugas hendak membawa SYL keluar ruangan. Namun, oknum ormas pendukung SYL yang sedari awal menunggu membuat barikade agar mantan Menteri Pertanian itu mendapat jalan keluar ruang sidang.
Aksi oknum anggota ormas tersebut menghalangi kerja para jurnalis yang hendak meminta keterangan SYL yang baru saja divonis 10 tahun.
Akhirnya, aksi dorong mendorong tak terhindarkan. Hal ini membuat banyak jurnalis terjatuh, tak terkecuali Bodhiya.
Tak hanya itu, alat kerja para jurnalis ikut terinjak-injak akibat terjatuhnya sejumlah awak media.
Satu unit kamera yang digunakan Bodhiya sebagai alat kerja juga mengalami kerusakan karena ditekan oleh oknum anggota ormas.
Seingat Bodhiya, ada tiga oknum anggota ormas yang melakukan penganiayaan ke dirinya. Ketiga orang itu ada yang melayangkan pukulan, ada pula yang melayangkan tendangan ke beberapa bagian tubuhnya.
Beruntung, Bodhiya sempat menghindar sehingga tidak sampai mengalami luka.
"Sebenarnya pas mereka memukul atau menendang, saya coba menghindar. Jadi enggak ada yang terluka kalau fisik. Tapi, tangan kanan saya menjadi nyeri akibat kejadian itu,” tutup dia.
#ormas-pendukung-syl #penganiayaan-jurnalis-di-sidang-syl #penganiayaan-wartawan-di-sidang-syl #wartawan-lapor-polisi-dianiaya-pendukung-syl