Bisakah China Menyalip Perekonomian AS? Halaman all

Bisakah China Menyalip Perekonomian AS? Halaman all

Ambisi China untuk menjadi negara dengan perekonomian terbesar di dunia telah terganggu oleh Covid-19, krisis real estat, dan populasi yang menua. Halaman all?page=all

(Kompas.com) 11/07/24 11:34 10523197

PEMIKIRAN bahwa China akan mengungguli Amerika Serikat (AS) untuk menjadi ekonomi terbesar di dunia telah menjadi fokus sejumlah pembuat kebijakan dan ekonom selama beberapa dekade. Mereka bertanya-tanya, apa yang akan terjadi, saat AS — salah satu perekonomian paling dinamis dan produktif — disingkirkan oleh sebuah rezim otoriter dengan tenaga kerja sebesar tiga perempat miliar orang?

Prediksi tentang kapan tepatnya China akan merebut posisi AS telah muncul dengan cepat sejak krisis keuangan tahun 2008/2009, yang menghambat pertumbuhan di AS dan Eropa selama bertahun-tahun.

Sebelum terjadi apa yang dikenal sebagai Resesi Besar, China mengalami pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) tahunan sebesar dua digit selama setidaknya lima tahun. Dalam dekade setelah krisis itu, perekonomian China masih tumbuh antara 6 persen dan 9 persen setiap tahunnya. Pertumbuhan seperti itu masih terjadi sampai Covid-19 kemudian muncul.

Seakan-akan pandemi – yang memicu langkah lockdown ketat yang membuat perekonomian lumpuh – belum cukup, China juga mengalami krisis di sektor properti. Pada masa jayanya, pasar properti berkontribusi sepertiga dari perekonomian negara itu.

Namun, peraturan yang diperkenalkan Beijing tahun 2020 membatasi jumlah utang yang dapat diambil oleh para pengembang properti. Dampaknya, banyak perusahaan bangkrut, menyebabkan sekitar 20 juta rumah yang belum selesai atau tertunda, tidak terjual.

Pada saat yang sama, menurunnya hubungan dagang dengan negara-negara Barat juga melemahkan pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut. Setelah mendukung kebangkitan China selama beberapa dekade, pada akhir tahun 2010-an, AS berbalik menahan ambisi ekonomi dan militer Beijing, meskipun hanya untuk menunda kemajuan yang tak terhindarkan.

Perekonomian China Sudah Mencapai Puncaknya?

Perubahan nasib perekonomian China begitu drastis sehingga istilah baru muncul sekitar setahun yang lalu: “Puncak China”. Teorinya adalah perekonomian China kini terbebani oleh banyak masalah struktural, seperti beban utang yang besar, produktivitas yang melambat, konsumsi yang rendah, dan populasi yang menua.

Kelemahan-kelemahan itu, ditambah dengan ketegangan geopolitik terkait Taiwan dan pemisahan perdagangan oleh negara-negara Barat, memicu spekulasi bahwa supremasi ekonomi China mungkin akan tertunda, atau tidak akan pernah terjadi.

Namun Wang Wen dari Institut Studi Keuangan Chongyang di Universitas Renmin China mengatakan kepada DW bahwa gagasan Puncak China merupakan sebuah "mitos". Dia menambahkan, total output ekonomi China mencapai hampir 80 persen dari output AS pada tahun 2021.

#perekonomian-china #ekonomi-china-merosot #perlambatan-ekonomi-china #ekonomi-china #china-menyalip-perekonomian-as

https://internasional.kompas.com/read/2024/07/11/113420070/bisakah-china-menyalip-perekonomian-as?page=all