Aksi Terbaru BDDC Ekspansi Data Center di RI
BDDC juga mengumumkan kehadiran fasilitas pusat data Tier IV berkapasitas 5 MW, yakni JST1 (Jakarta Selatan Timur). - Halaman all
(InvestorID) 12/07/24 14:30 10532460
JAKARTA,investor.id- Bersama Digital Data Centres (BDDC), penyedia pusat data dalam kota (in-town data centre) menargetkan untuk menambah kapasitas data center di Indonesia hingga 62 MegaWatt (MW). Penambahan tersebut akan direalisasikan di lokasi data center Jakarta Selatan Timur (JST) sebesar 30 MW, dan Jakarta Barat Tangerang (JBT) sebesar 32 MW.
Presiden Komisaris BDDC Setyanto Hantoro mengatakan, penambahan kapasitas data center tersebut, seiring dengan hasil Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2024 yang menunjukkan jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 79,5% atau lebih dari 221 juta jiwa dari total populasi 278 juta jiwa.
Sehingga, tren positif penetrasi internet tersebut turut membuka peluang pertumbuhan pembangunan berkelanjutan infrastruktur digital di Indonesia, salah satunya kebutuhan data center.
"Ke depan, BDDC berencana mengembangkan kapasitas hingga 32 MW di lokasi JST dan 30 MW di lokasi JBT. Perluasan ini diharapkan dapat mendorong interkonektivitas guna memenuhi kebutuhan layanan edge data centre berbagai sektor usaha dan skala bisnis dalam negeri dan luar negeri untuk kegiatan operasional sehari-hari," kata Setyanto dalam keterangan persnya, dikutip Jumat (12/7/2024).
Peresmian JST1
Pada kesempatan sama, Setyanto juga mengumumkan kehadiran fasilitas pusat data Tier IV berkapasitas 5 MW, yakni JST1 (Jakarta Selatan Timur), yang berlokasi di Jakarta Timur.
Fasilitas data center yang dapat menampung 1.008 rak dalam 8 lantai ruang data, dan sumber kelistrikan ganda tersebut dipastikan dapat memberikan layanan infrastruktur digital kepada pelaku industri lokal maupun global, untuk mendukung kemajuan dan meningkatkan kualitas teknologi digital di Indonesia.
Adapun JST1 merupakan pusat data kedua yang diresmikan BDDC dalam dua tahun terakhir menyusul JBT1 (Jakarta Barat Tangerang) yang berlokasi di Jakarta Barat.
JST1 disebut memiliki pusat interkonektivitas didukung operator netral dengan lebih dari 100 penyedia layanan jaringan dan beragam rute. Fasilitas ini juga ditunjang konektivitas langsung ke Indonesia Internet Exchange (IIX), Open-IX (OIXP), dan pertukaran internet lainnya secara nasional dan global.
“Kehadiran JST1 akan mendukung performa yang lebih baik dan latensi lebih rendah untuk kebutuhan data center berbagai bisnis di Indonesia, karena jarak yang dekat ke end user menghasilkan konektivitas yang lebih aman, dengan transmisi jaringan yang tinggi. Selain itu, JST1 juga didukung oleh tim yang andal dan berpengalaman untuk mendukung kemajuan digital di Indonesia," ujar Setyanto.
Sementara, Presiden Direktur BDDC Angelo Syailendra mengungkapkan, dengan diresmikannya JST 1, BDDC semakin siap berkontribusi langsung dalam menghadirkan layanan in-town data centre yang aman dan efisien, sebagai upaya mendukung percepatan dan meningkatkan kualitas infrastruktur digital.
“Fasilitas JST1 dikembangkan dan dirancang khusus sebagai pusat data yang berkinerja dan memiliki skalabilitas tinggi, serta memastikan interkonektivitas yang andal. Kami yakin JST1 dapat memenuhi kebutuhan infrastruktur digital dari berbagai industri masa kini," tutur Angelo.
Adapun komitmen BDDC dalam memperkuat transformasi digital di Indonesia memperoleh dukungan penuh dari pemegang saham pengendali Bersama Digital Infrastructure Asia (BDIA) yang terdiri dari Provident Capital (Provident), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (Saratoga), dan Macquarie Asset Management.
Editor: Emanuel (eman_kure@yahoo.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #data-center #bddc #saratoga #pusat-data #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/business/366825/aksi-terbaru-bddc-ekspansi-data-center-di-ri