Dunia Bisnis Masuki Era Hypercompetitive, Ini Strategi yang Perlu Dilakukan
Dunia bisnis saat ini menghadapi kondisi yang sangat kompetitif sehingga mendorong perusahaan untuk mencari berbagai strategi untuk mengamankan pasar. Dunia bisnis... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 12/07/24 15:31 10536568
JAKARTA - Dunia bisnis saat ini menghadapi kondisi yang sangat kompetitif, bahkan sejumlah pakar menyatakan hypercompetitive . Hal itu mendorong perusahaan untuk mencari berbagai strategi untuk mengamankan pasar dan posisinya.Penyesuaian strategi dalam bentuk restrukturisasi bisnis seringkali menjadi cara bagi perusahaan saat ini untuk terus memberikan nilai tambah bagi shareholders dan pemangku kepentingan luas.
"Penyesuaian di berbagai lini usaha, mulai dari pemasok bahan baku hingga strategi perusahaan, merupakan hal yang tak dapat dihindari dalam menghadapi perubahan signifikan, " ujar Dosen Manajemen Stratejik Universitas Prasetiya Mulya, Realino Yudianto, di Jakarta, Jumat (12/7/2024).
Dengan mengadopsi pendekatan ini, perusahaan tidak hanya dapat mengoptimalkan proses internal, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing di pasar. Proses optimalisasi ini akan menghasilkan operasi yang lebih efisien, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kinerja secara keseluruhan.
Ditambahkan Yudianto, pemutusan hubungan kerja menjadi salah satu opsi terakhir yang dipilih oleh direksi perusahaan selanjutnya harus dihadapi dengan fokus pada penyelesaian industrial yang sesuai dengan regulasi yang berlaku.
"Komitmen terhadap penyelesaian industrial yang adil dan sesuai dengan hukum adalah kunci dalam menghadapi dampak sosial dari perubahan struktural dalam perusahaan. Pendekatan terkoordinasi antara pengusaha, pemerintah, dan stakeholder lainnya akan membantu meminimalisir dampak negatif dan membawa perbaikan kepada bisnis tersebut," jelas Yudianto
Tentang prospek ke depan, Yudianto menekankan pentingnya transparansi dan kedisiplinan perusahaan dalam mengelola perubahan yang membuka peluang pertumbuhan masa depan.
Berbagai analisis menunjukkan bahwa dalam proses restrukturisasi seperti yang dialami Garuda Indonesia, perlu adanya kebijakan yang mendukung iklim investasi dan melindungi investasi, baik domestik maupun asing.
Dalam hal ini, kebijakan pemerintah yang jelas dan mendukung upaya penciptaan iklim investasi yang kondusif akan memberikan kepastian kepada pelaku bisnis untuk berinvestasi dan berinovasi, sambil tetap memperhatikan seluruh spektrum pemangku kepentingan yang terlibat.
(nng)