Korban Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjol di PGC Sempat Bolak-balik ke Toko Ponsel

Korban Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjol di PGC Sempat Bolak-balik ke Toko Ponsel

Saat itu, kepada Layla, R berkilah bahwa orang itu merupakan pembeli yang hendak bertransaksi menggunakan kartu kredit. Halaman all

(Kompas.com) 12/07/24 17:17 10541102

JAKARTA, KOMPAS.com - Satu dari 26 korban penipuan yang data pribadinya digunakan oleh pelaku berinisial R untuk pinjaman online (pinjol) sempat terlihat bolak-balik ke toko ponsel Wahana Selular di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Kramatjati, Jakarta Timur, tempat pelaku bekerja.

Rekan kerja R, Layla (bukan nama sebenarnya), menyadari hal tersebut, sampai-sampai dia hafal wajah korban. Layla semula mengira, korban bolak-balik ke toko karena tengah mengurus transaksi pembelian ponsel.

“Tidak ada alasan apa pun. Yang saya tahu, cuma bolak-balik saja ke toko. Ya mungkin beli atau ada yang dibicarakan dengan R,” kata Layla saat ditemui Kompas.com di PGC, Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (12/7/2024).

Layla yang penasaran sempat bertanya ke R mengapa orang tersebut berulang kali kembali ke toko.

Saat itu, kepada Layla, R berkilah bahwa orang itu merupakan pembeli yang hendak bertransaksi menggunakan kartu kredit.

“Aku sempat tanya, \'Itu kenapa orangnya bolak-balik terus? Maksudnya, kok belum lunas? Memangnya berapa bulan mereka ambil (kredit)?\',” ujar Layla.

“Terus dia (R) bilang, \'Mereka ini pakai akun yang berbeda\'. Dia bilang, \'Toh, mereka yang bayar sendiri\'. Ya sudah, selesai,” katanya lagi.

Saat itu, Layla dan pegawai toko ponsel Wahana Selular PGC yang lain sama sekali tidak curiga. Sebab, Layla tahu bahwa R dan orang yang bolak-balik mendatangi toko itu saling mengenal.

Layla baru menyadari adanya keanehan ketika mendapatkan pesan WhatsApp dari seseorang yang mengonfirmasi lowongan pekerjaan di Wahana Selular PGC.

Kepada Layla, orang tersebut mengaku telah melamar pekerjaan ke Wahana Selular PGC melalui R.

“Aku bilang, ‘Enggak ada sama sekali. Itu bohong, itu oknum R sendiri yang melakukannya tanpa sepengetahuan toko’,” ujar Layla.

Setelah kejadian ini, atasan Layla dan R mempertemukan pelaku dengan korban untuk berbicara empat mata.

Dari situlah, aksi R mencuri data "pelamar kerja" untuk pinjaman online terbongkar. R pun langsung dipecat dari pekerjaannya.

“Ya sudah, ngobrol dong mereka berdua. Kita enggak tahu apa-apa. Ya sudah, pas keesokan harinya, dia sudah mulai enggak kerja lagi sampai sekarang,” tutur Layla.

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan, R melakukan penipuan dengan modus berpura-pura membantu orang lain yang ingin bekerja di toko ponsel di PGC.

"Kami sampaikan bahwa si terlapor, dalam hal ini R, melakukan modus operandi berupa dia berlagak seperti penyalur tenaga kerja di konter handphone," kata Nicolas saat jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Timur, Senin (8/7/2024).

Sebanyak 26 orang melamar kerja melalui R. Kemudian, R meminta data pribadi ke para pelamar kerja dengan alasan sebagai syarat melamar kerja.

Data pribadi yang diminta ke para pelamar kerja itu meliputi foto KTP dan swafoto. Setelah dikantongi, data itu disalahgunakan R untuk mengajukan pinjol.

"Demikian dia mencari mangsa dengan catatan korban atau mangsa ini dapat memberikan identitas aslinya berupa KTP dan membuat foto swafoto (selfie) dirinya dari setiap korban itu sendiri," jelas Nicolas.

Nicolas berujar, kasus ini telah dilaporkan pada 5 Juli 2024. Korban yang total berjumlah 26 orang mengalami kerugian lebih dari Rp 1 miliar.

#data-pelamar-kerja-dipakai-untuk-pinjol #data-pelamar-kerja-pgc-untuk-pinjol

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/12/17172961/korban-penyalahgunaan-data-pribadi-untuk-pinjol-di-pgc-sempat-bolak-balik