Sudah Beroperasi, Flyover Sekip Ujung Palembang Dilengkapi Taman
Flyover ini terletak di jalan Sukamto-Basuki Rahmat persimpangan Jalan Amphibi-Angkatan 66 Halaman all
(Kompas.com) 12/07/24 19:30 10555714
KOMPAS.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan (Sumsel) telah memfungsionalkan Flyover Sekip Ujung di Kota Palembang, Sumsel.
Flyover yang terletak di jalan Sukamto-Basuki Rahmat persimpangan Jalan Amphibi-Angkatan 66 ini telah beroperasi setelah pekerjaan selesai pada April 2024.
Kepala BBPJN Sumsel, Hardy Siahaan menyampaikan, flyover ini memiliki ornamen untuk beautifikasi berupa panel-panel songket yang merupakan kain tenun asli Sumsel Palembang.
Kain songket ini diharapkan dapat menambah daya tarik karena merupakan karakterikstik dari Sumsel.
"Demikian juga untuk landscaping kita menyiapkan landscape taman di bawah flyover untuk penghijauan, dan pada dinding flyover ini kita siapkan taman yang menjuntai kebawah berupa tanaman likuanyu untuk menunjukan penghijauan dilokasi Pembangunan," jelas Hardy dikutip dari laman Ditjen Bina Marga, Jumat (12/7/2024).
Menurut dia, Flyover Sekip Ujung merupakan inisiasi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kota Palembang beserta Kementerian PUPR.
Untuk pembangunan konstruksi, pembiayaannya yang kurang lebih Rp 169 miliar berasal dari anggaran BBPJN Sumsel.
"Sementara untuk pembebasan lahan ini berbagi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kurang lebih Rp 52 miliar, dan Pemerintah Kota Palembang kurang lebih Rp 14 miliar," terangnya.
Pada saat pembebasan lahan, disebut tidak terdapat permasalahan yang berat, karena adanya sinergitas yang baik antara Pemprov Sumsel dengan Pemkot Palembang.
Hanya saja, di awal-awal pekerjaan terdapat utilitas yang harus dipindahkan serta diproteksi dengan baik.
Lanjut Hardy, dalam pembangunan Flyover Sekip Ujung telah menggunakan teknologi yang cukup baru, yaitu penggunaan mortar busa sebagai pengganti timbunan.
Penggunaan mortar busa ini dinilai lebih cepat, karena bisa mengurangi 50 persen waktu pelaksanaan dengan timbunan.
"Teknologi mortar busa lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan batu pecah hanya mortar, semen, pasir dan ada busa ya, ada teknologi busanya. Tentunya ini sangat bermanfaat dan tidak perlu alat pemadat, karena dengan mortar busa ini bisa memadatkan sendiri," pungkasnya.