Alarm untuk Kylian Mbappe, Bisa Seperti Hazard di Tengah Isu Mental dan Psikologis
Kylian Mbappe dibilang bukan lagi menjadi pemain sama seperti yang membawa Perancis ke final Piala Dunia 2022.
(Kompas.com) 12/07/24 22:18 10564828
KOMPAS.com - Pengamat sepak bola Perancis, Daniel Riolo, khawatir terhadap karier Kylian Mbappe apabila tidak hati-hati di masa depan. Sang megabintang yang baru akan bergabung ke Real Madrid ini bahkan dikatakan bisa bernasib seperti Neymar.
Menurut jurnalis RMC Sport tersebut, Kylian Mbappe bukan lagi pemain sama seperti yang membawa Perancis ke final Piala Dunia 2022 dengan menorehkan delapan gol, termasuk hat-trick luar biasa melawan Argentina dalam laga final walau Les Bleus harus kalah adu penalti.
Menurut Riolo, fokus Mbappe patut dipertanyakan di Piala Eropa 2024 ini di mana ia menorehkan 26 tembakan dengan hanya membawa pulang satu gol, itu pun dari titik penalti.
"Di Piala Dunia Qatar, dia menakutkan karena tim Prancis tidak bermain dengan baik," kenang Daniel Riolo seperti dikutip dari situs media tersebut.
"Mbappe seorang diri membawa Perancis ke final Piala Dunia 2022."
"Didier Dieschamps membanjirinya dengan pujian walau sang pelatih bukan tipe yang murah hati dengan apreasiasi."
Namun, Riolo mengatakan bahwa Mbappe periode 2017 hingga 2023 berbeda dengannya dalam setahun terakhir.
Kisruh terbuka dengan Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, di tengah isu kepindahan dari kubu Paris mewarnai kariernya.
"Apa yang terjadi dengannya adalah \'pembantaian\' mental dan psikologis," ujarnya lagi.
"Kita dapat melihat bahwa ada terlalu banyak hal selain sepak bola yang memenuhi pikirannya."
"Hari ini, ia berada di persimpangan jalan. Saya tidak dapat mengatakan apakah ia dapat kembali ke jalur yang benar, saya tidak tahu," tuturnya melanjutkan.
"Terserah dia yang akan memutuskannya."
Ia mengatakan bahwa beban pikiran dari beberapa bulan di PSG ditambah dengan cedera punggung yang ia bawa dan patah tulang hidung dari laga pertama kontra Austria memperparah performa sang pemain.
"Saya pikir ia banyak berubah dan bukan ke arah lebih baik," tuturnya. "Ia bukan lagi pemain sayap ganas yang bisa berakselerasi, menekuk lawan, dan melepas tembakan melengkung."
Ia lalu berbicara soal kans emas yang Mbappe buang-buang pada 10 menit terakhir laga semifinal kontra Spanyol yang bisa menyamakan skor jadi 2-2.
"Jika itu masih Kylian Mbappe yang lama, tembakannya akan mengarah di bawah mistar. Kita tahu itu," tuturnya lagi.
"Namun, kali itu tembakannya mengangkasa. Hari ini, Kylian Mbappe yang saya tahu tak lagi ada dan hanya kenangannya yang masih bersama kami."
"Mbappe selalu membuat saya takjub tetapi sekaran gini, pemain tersebut tak ada lagi."
Riolo lalu mengatakan bahwa Mbappe harus hati-hati setelah pindah ke klub barunya, Real Madrid.
Di atas kertas, Real Madrid dan Mbappe tampak seperti jodoh yang tepat. Namun, ia mengatakan bahwa pemain-pemain hebat seperti Eden Hazard dan Gareth Bale pun kelimpungan di kubu Santiago Bernabeu.
"Bukan jaminan mutlak dia akan menemukan kembali permainannya dengan pergi ke Real," ujarnya melanjutkan.
"Kita berada di tahun 2020-an dan semua pemain bekerja terlalu keras, mereka semua memiliki terlalu banyak hal yang harus dilakukan.
"Sulit untuk tetap fokus karena ini adalah kehidupan rumit, sepak bola telah menjadi semakin atletis."
"Anda harus bugar dan tidak bisa terus mengandalkan akselerasi dan dribel, sementara kualitas Mbappe sangat bergantung pada hal itu."