Rambu-rambu Cari Rezeki dari Imam al-Ghazali
Tak sembarangan, ada caranya bagaimana seharusnya mencari rezeki menurut al-Ghazali.
(Republika) 13/07/24 14:40 10646932
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Allah sudah menakar rezeki setiap makhluknya, baik yang terbang di langit, melata di tanah dan batang pohon, ataupun yang menapak seperti manusia. Semuanya dipastikan mendapatkan rezeki yang cukup.
Tinggal mereka mau menyukuri apa yang sudah ditentukan itu atau tidak. Jika bersyukur, maka Allah akan menambah rezeki mereka. Namun sebaliknya, jika tidak, maka harus diketahui azab Allah sangatlah pedih.
Ingat akhirat
Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin memberi nasihat agar dalam mencari rezeki jangan melupakan negeri akhirat. Imam Al Ghazali bernama lengkap Imam Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad al-Ghazali ini menegaskan tidak sepantasnya manusia melupakan akhirat karena sibuk mencari rezeki di dunia.
Ketahuilah, dalam usaha manusia mencari rezeki, berniaga dan mencari penghidupan di alam dunia ini, tidak sepantasnya manusia melupakan urusan agama dan kepentingan akhiratnya. Juga tidak sepantasnya dalam mencari rezeki, manusia melupakan tujuannya yang hakiki dalam hidup.
Kenikmatan semu
Jangan sampai usaha mencari rezeki menjadikan manusia lupa dengan kepentingan akhirat, sehingga terlena dengan keuntungan duniawi semata. Kemudian, mereka terpaku dengan urusan dunia, sehingga termasuk kelompok orang yang menggadaikan kehidupan akhirat demi menggapai kenikmatan duniawi yang semu.
Namun, kebalikan dari itu, orang-orang yang shalih dan bijaksana adalah mereka yang selalu memelihara modal utama yang telah Allah SWT berikan. Yaitu tuntunan agama Islam, dan perkara-perkara yang berkaitan dengan kepentingan akhirat mereka.
Barang dagangan terbaik
Seorang ulama salaf pernah mengatakan,"Barang dagangan yang terbaik bagi orang shalih adalah apa saja yang dibutuhkan di alam dunia ini, dan sekaligus sesuatu yang sangat diperlukan di dunia ini harus menghasilkan yang terbaik serta terpuji demi kehidupannya di alam akhirat kelak."
Lihat halaman berikutnya >>>
Saat menjelang wafatnya Mu\'adz bin Jabal Radhiyallahu anhu, ia pernah berwasiat, "Sesungguhnya setiap hamba Allah SWT termasuk kalian, pasti akan mendapatkan bagian mereka di alam dunia ini. Akan tetapi, yang lebih utama untuk kalian cari adalah bagian untuk kepentingan kalian di akhirat kelak. Oleh karena itu, berbuat baiklah kalian di alam dunia ini untuk mempersiapkan diri bagi kehidupan di alam akhirat kelak."
Allah Subhanahu wa Ta\'ala berfirman:
وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ
Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS Al-Qaṣaṣ Ayat 77)
Setiap manusia diwajibkan berusaha (beramal) di alam dunia ini dengan perbuatan yang baik. Sebab, alam dunia ini merupakan ladang tempat menanam benih untuk kepentingan negeri akhirat.
#rezeki #dagang #rambu-mencari-rezeki #al-ghazali #takaran-rezeki
https://khazanah.republika.co.id/berita/sgjgn0451/ramburambu-cari-rezeki-dari-imam-alghazali