Memberi Makan Kucing Secara Berlebihan Berdampak Buruk pada Pencernaan, Ini Kata Peneliti

Memberi Makan Kucing Secara Berlebihan Berdampak Buruk pada Pencernaan, Ini Kata Peneliti

Obesitas dapat memengaruhi umur kucing dan menyebabkan diabetes serta peradangan kronis. Halaman all

(Kompas.com) 14/07/24 13:37 10745447

KOMPAS.com - Obesitas didefinisikan sebagai berat badan yang 20 persen atau lebih di atas berat badan normal.

Obesitas dapat memengaruhi umur kucing dan menyebabkan diabetes serta peradangan kronis di antara masalah kesehatan lainnya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Animal Science menemukan bahwa makan berlebihan memiliki beberapa efek pada mikrobiota usus dan sistem pencernaan kucing.

Menurut peneliti dan ilmuwan gizi dari Universitas Illinois, Kelly Swanson, sekitar 60 persen kucing di AS dianggap kelebihan berat badan.

Perubahan yang kompleks

Dalam penelitian ini yang dilakukan Swanson, 11 kucing betina dewasa yang dikebiri diberi makanan kucing kering selama dua minggu.

Pengukuran tubuh dasar dilakukan dan mereka kemudian dibiarkan makan sebanyak yang mereka inginkan.

Para peneliti juga mengumpulkan sampel darah dan kotoran secara berkala serta memantau aktivitas fisik mereka.

Kenaikan berat badan dinilai menggunakan skor kondisi tubuh (BCS), yang mirip dengan indeks massa tubuh (BMI) pada manusia. BCS diukur pada skala 9 poin, dengan 6 poin atau lebih dianggap kelebihan berat badan.

Seperti pada manusia, BCS adalah metode kuantitatif, tetapi juga subjektif, untuk mengevaluasi lemak tubuh pada hewan peliharaan.

Kucing-kucing dalam studi ini meningkatkan asupan makanan mereka ketika mereka dibiarkan makan berlebihan dan berat badan mereka pun mulai meningkat.

Ketika penelitian dimulai, BCS rata-rata mereka adalah 5,41. BCS mereka meningkat menjadi 8,27 setelah 18 minggu makan berlebihan. Ini sesuai dengan kucing yang kelebihan berat badan sekitar 30 persen berdasarkan massa tubuh.

Para peneliti juga menganalisis perubahan dalam jumlah kotoran kucing, waktu transit gastrointestinal, seberapa baik nutrisi dicerna, dan perubahan dalam pembentukan mikrobioma usus selama penelitian 20 minggu.

Swanson menjelaskan, studi ini menemukan bahwa saat kucing makan lebih banyak dan berat badannya bertambah, waktu transit gastrointestinal berkurang, dan begitu pula efisiensi pencernaan.

Saat tubuh mendapat lebih sedikit makanan, tubuh akan lebih efisien dalam mengekstraksi nutrisi. Namun, saat jumlah makanan meningkat, makanan melewati sistem pencernaan lebih cepat dan lebih sedikit nutrisi yang diekstraksi dalam prosesnya.

Perubahan bakteri khusus kucing

Selama 18 minggu penambahan berat badan, komposisi mikrobioma usus kucing juga berubah.

Dalam hal ini, bakteri anti-mikroba yang membantu merangsang sistem kekebalan tubuh dan menghambat patogen yang disebut Bifidobacterium meningkat.

Pada saat yang sama, bakteri yang merusak serat dan telah dikaitkan dengan penyakit pro-inflamasi, yang disebut Collinsella, menurun.

Menurut Swanson, hasil ini adalah kebalikan dari yang telah diukur pada manusia yang kelebihan berat badan.

Semakin banyak kucing makan, semakin banyak pula kotoran yang mereka keluarkan. Pada saat berat badan kucing bertambah, pH feses menurun, yang berarti feses mereka menjadi lebih asam.

pH feses yang rendah pada manusia menunjukkan bahwa tubuh tidak menyerap lemak atau karbohidrat dengan baik. Tampaknya pH feses yang lebih rendah dengan asupan makanan yang lebih tinggi juga mengurangi daya cerna bagi kucing.

Untuk mengukur tingkat aktivitas, tim peneliti menggunakan kalung khusus. Kucing-kucing tersebut ditempatkan dalam kelompok yang dapat berinteraksi satu sama lain dan bermain dengan mainan.

Swanson mengatakan, ia dan rekan-rekannya menduga bahwa penambahan berat badan dapat menyebabkan penurunan aktivitas fisik, tetapi mereka tidak mengamati adanya perubahan yang konsisten dalam tingkat aktivitas kucing.

Namun, hal ini dapat bervariasi, bergantung pada masing-masing kucing dan lingkungannya, serta seberapa sering pemiliknya berinteraksi dengan mereka.

Di akhir penelitian, kucing-kucing tersebut diberi makanan secara terbatas yang membantu mereka kembali ke berat badan semula.

Pemahaman yang lebih baik tentang perubahan gastrointestinal dan metabolisme yang terjadi akibat obesitas pada hewan peliharaan dapat membantu rencana pencegahan dan pengobatan di masa mendatang.

Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Swanson menunjukkan bahwa pembatasan pemberian makanan dapat meningkatkan penurunan berat badan dan lemak yang aman pada kucing.

#hewan-peliharaan #kucing-obesitas #berat-badan-kucing #berat-badan-kucing-obesitas

https://www.kompas.com/sains/read/2024/07/14/133749123/memberi-makan-kucing-secara-berlebihan-berdampak-buruk-pada-pencernaan-ini