5 Kesalahan yang Sering Orangtua Lakukan terhadap Paspor Anak
Para orangtua, hindari kesalahan-kesalahan ini terhadap paspor anak. Halaman all
(Kompas.com) 14/07/24 08:39 10748117
KOMPAS.com - Perjalanan internasional memerlukan lebih banyak perencanaan dibandingkan dengan perjalanan domestik, terutama saat Anda membawa anak-anak dan paspor mereka.
Meskipun mengajukan paspor anak sebenarnya mudah, kenyataannya proses ini bisa terasa cukup membingungkan.
David Alwadish, pendiri dan CEO dari layanan concierge paspor dan visa ItsEasy.com mengatakan, ada banyak hal yang bisa salah, sehingga orangtua sering panik untuk mendapatkan paspor anak mereka tepat waktu.
Kesalahan orangtua terhadap paspor anak
Berikut adalah lima kesalahan terbesar yang sering dilakukan orang tua dengan paspor anak mereka, dilansir dari laman Huffington Post:
1. Mengabaikan pedoman foto
Banyak orangtua yang mengabaikan pedoman foto paspor demi mendapatkan foto yang paling lucu atau estetis.
Lihat postingan ini di Instagram
Namun, ini bisa menjadi penyebab utama aplikasi ditolak atau tertunda. Pastikan foto anak diambil dengan latar belakang putih, jarak yang tepat dari kamera, dan fokus yang jelas.
Anak boleh tersenyum alami, tetapi jangan sampai senyuman tersebut mengubah kontur wajah dan mata secara berlebihan. Kepala anak harus tegak, mata terbuka, dan menghadap lurus ke depan tanpa ekspresi yang berlebihan.
“Letakkan anak dengan aman di karpet atau tempat tidur di atas kain putih, dan tunggu momen yang tepat untuk mengambil beberapa foto hingga mendapatkan yang benar,” saran Alwadish.
2. Salah mengisi informasi
Beberapa petugas bea cukai bisa sangat teliti terhadap informasi yang tidak sesuai. Pastikan nama, tanggal lahir, dan informasi paspor anak 100 persen benar.
Selain itu, pastikan informasi orang tua juga benar dan paspor Anda sendiri tidak akan segera kedaluwarsa.
Dok. Shutterstock/Maxx-Studio Ilustrasi Paspor, Minggu (24/9/2023).Disarankan untuk memeriksa apakah paspor Anda memiliki setidaknya enam bulan masa berlaku hingga tanggal kedaluwarsa.
“Kesalahan umum lainnya adalah mengisi formulir paspor secara manual. Ini memperlambat proses karena petugas harus mengetik ulang informasi tersebut, dan meningkatkan risiko kesalahan ketik," kata Alwadish.
Disarankan untuk mengisi formulir paspor secara online.
3. Tidak menghadirkan kedua orangtua secara langsung
Untuk mencegah penculikan internasional dan masalah lainnya, biasanya kedua orangtua atau wali harus hadir secara langsung saat mengajukan paspor untuk anak mereka. Jika tidak memungkinkan, diperlukan dokumen tambahan.
“Masalah muncul ketika kedua orangtua tidak bisa hadir secara langsung dan hanya satu yang hadir tanpa formulir persetujuan yang tepat, dokumentasi, atau sertifikat kematian,” jelas Alwadish.
Jika salah satu orangtua tidak bisa hadir, ada formulir untuk memberikan izin kepada orangtua yang hadir untuk mengajukan paspor anak. Anda bisa menghubungi kantor imigrasi terlebih dahulu.
4. Mengira masa berlaku masih panjang
Paspor anak hanya berlaku selama lima tahun, berbeda dengan paspor dewasa yang berlaku sepuluh tahun.
Jadi, hanya karena paspor Anda masih berlaku untuk liburan, tidak berarti paspor anak Anda juga masih berlaku. Catat tanggal kedaluwarsa paspor anak dan ingat bahwa Anda harus mengajukan ulang paspor dengan prosedur yang sama setelah lima tahun.
“Setiap paspor yang dikeluarkan untuk anak di bawah 16 tahun tidak dapat diperpanjang,” kata Alwadish.
Namun, paspor yang dikeluarkan setelah anak berusia 16 tahun dapat diperpanjang jika tidak hilang dan masih berlaku.
5. Menghilangkan paspor
Saat bepergian, simpan paspor anak bersama dengan paspor Anda untuk mengurangi risiko hilang di luar negeri. Bawalah fotokopi dan foto paspor sebagai cadangan.
Jika kehilangan paspor di luar negeri, segera pergi ke kedutaan terdekat untuk mendapatkan pengganti dengan cepat.
DOK. Shutterstock/scorpeow Ilustrasi paspor.Selain itu, disarankan untuk mendapatkan kartu ID paspor untuk anak sebagai identifikasi tambahan.
Kartu ini lebih kecil dan murah, serta memungkinkan pemegangnya untuk melintasi beberapa perbatasan darat.
“Tempelkan nomor ponsel Anda pada kartu dan pastikan kartu tersebut selalu bersama anak,” tambah Alwadish.
Dengan menghindari kesalahan-kesalahan ini, Anda dapat memastikan proses pengajuan paspor anak Anda berjalan lebih lancar dan menghindari masalah yang tidak diinginkan saat bepergian.