Serunya Perang Tomat Festival Gunung Slamet, Seperti di Game Harvest Moon

Serunya Perang Tomat Festival Gunung Slamet, Seperti di Game Harvest Moon

Festival Gunung Slamet di Purbalingga dimeriahkan oleh perang tomat. Seperti apa keseruannya? Halaman all

(Kompas.com) 14/07/24 17:05 10757895

PURBALINGGA, KOMPAS.com- Acara perang tomat menjadi tontonan unik yang sangat dinanti para pengunjung Festival Gunung Slamet, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah, Minggu (14/7/2027).

Puluhan orang yang terbagi dalam dua regu saling melempar buah tomat yang dipetik dari perkebunan warga di kaki Gunung Slamet.

Kemeriahan acara perang tomat sekilas mengingatkan pada salah satu permainan konsol lawas, Harvest Moon.

“Tomat yang digunakan untuk perang adalah tomat yang tidak layak konsumsi, tradisi ini sebagai rasa syukur warga atas panen yang berlimpah,” kata Kepala Desa Serang, Sugito.

Festival Gunung Slamet tahun ini digelar selama tiga hari yakni sejak Jumat (12/7/2024) hingga Minggu (14/7/2024).

Acara puncak Festival Gunung Slamet sendiri dilakukan pada Sabtu (13//7/2024). Rangkaian adat pengambilan air di ‘Tuk Sikopyah’ dimulai pagi dan dilanjutkan kirab budaya desa seputaran kaki Gunung Slamet.

Malamnya, para pengunjung dihangatkan oleh penampilan bintang tamu Fiersa Besari di atas panggung ‘Akustik Kabut Lembut’.

“para pengunjung juga dapat menikmati berbagai kuliner dan kudapan khas masyarakat Gunung Slamet,” ujar Sugito.

Masuk agenda Karisma Event Nusantara

Festival Gunung Slamet (FGS) Purbalingga masuk sebagai salah satu event unggulan dalam Karisma Event Nusantara (KEN) yang digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

"Ternyata selling point yang sangat menarik dari Festival Gunung Slamet ini adalah dari segi pesan yang disampaikan kepada masyarakat mengenai kelestarian lingkungan," kata Menparekraf Sandiaga Uno saat membuka acara FGS, Jumat (12/7/2024).

KOMPAS.COM/Dok Humas Pemkab Purbalingga Poster Festival Gunung Slamet (FGS) tahun 2024 di obyek wisata D’Las, Desa Serang, Kecamatan Kutabawa, Purbalingga, Jawa Tengah yang digelar pada Jumat-Minggu (12-14/7/2024).

Salah satu kriteria dipilihnya FGS dalam KEN 2024 adalah karena festival yang telah memasuki tahun ketujuh ini telah mendapatkan tempat di hati wisatawan.

Sandiaga meyakini, Festival Gunung Slamet akan ikut menggerakkan ekonomi bukan hanya di Purbalingga tapi juga daerah sekitar Gunung Slamet.

FGS nantinya akan dikolaborasikan dengan beberapa event yang ada di sekitar wilayah Purbalingga untuk mendorong lebih banyak kunjungan wisatawan ke daerah Purbalingga.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengungkapkan Objek Wisata D\'las yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Desa Serang setiap tahunnya membukukan keuntungan sebesar Rp 9 miliar.

"Besar harapan, dengan masuknya Festival Gunung Slamet di Kalender KEN akan menjadikan semakin banyak wisatawan-wisatawan baik asing maupun dalam negeri yang akan berkunjung ke Kabupaten Purbalingga, berkunjung ke D\'las Serang,” pungkasnya.

#gunung-slamet #festival-gunung-slamet #festival-gunung-slamet-2024

https://travel.kompas.com/read/2024/07/14/170500827/serunya-perang-tomat-festival-gunung-slamet-seperti-di-game-harvest-moon