Pendakian Gunung Buthak via Panderman, Indah dan Air Melimpah

Pendakian Gunung Buthak via Panderman, Indah dan Air Melimpah

Kompas.com sempat menjajal pendakian Gunung Buthak via Panderman di Kota Batu. Gunung ini indah dan airnya melimpah. Halaman all

(Kompas.com) 15/07/24 07:07 10817244

KOMPAS.comGunung Buthak adalah puncak dari Pegunungan Kawi yang berlokasi di antara Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Blitar.

Gunung ini memiliki ketinggian 2.868 meter di atas permukaan laut (mdpl). Salah satu jalur pendakiannya adalah via Basecamp Buthak-Panderman di Kota Batu.

Kompas.com sempat menjajal langsung mendaki gunung yang jadi favorit pendaki ini pada Rabu (19/6/2024).

Pendakian saya mulai sekitar pukul 08.15 WIB setelah membayar tarif registrasi sebesar Rp 20.000. Registrasi dilakukan secara online melalui aplikasi Tiket Pendakian.

Saya lalu berangkat. Awal pendakian saya tempuh menggunakan jasa ojek sampai Pos 1 dengan tarif Rp 60.000.

Jasa ojek di Gunung Buthak via Panderman ini bisa sampai ke Pos 3. Tarif per pos adalah Rp 60.000. Sehingga jika naik ojek sampai Pos 3, maka tarifnya Rp 180.000.

Perjalanan naik ojek sampai Pos 1 memakan waktu 15 menit. Namun, menghemat waktu sekitar 2 jam berjalan kaki.

Gunung yang kaya air

Menariknya, saat mendaki saya hanya membawa satu botol air mineral ukuran tanggung 600 mililiter (ml) yang terisi air. Sementara botol 600 ml lagi, kosong.

KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Jasa ojek di Gunung Buthak via Panderman, Kota Batu.

Petugas basecamp saat itu memang menyarankan saya untuk tidak membawa air terlalu banyak karena terdapat beberapa sumber air, bahkan sampai jelang puncak.

Benar saja, sesampainya di Pos 1, terdapat sumber air dari pipa. Saya pun meminum sebotol air mineral 600 ml untuk cadangan air tubuh, lalu mengisinya kembali sampai penuh.

Saya lalu melanjutkan perjalanan ke Pos 2. Kondisi jalan setapak sangat jelas dan tidak terlalu menanjak.

Satu titik yang menanjak adalah Tanjakan PHP yang merupakan jalur memotong, bukan lewat jalur ojek.

Sekitar 45 menit berjalan, saya sampai di Pos 2 yang merupakan kawasan datar cukup luas. Tidak ada sumber air di sini.

Pos 2-Pos 3

Karena belum terlalu lelah, saya melanjutkan perjalanan ke Pos 3 sekitar pukul 09.30 WIB. Kondisi jalur relatif landai, tetapi cukup panjang.

KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Pos 2 Gunung Buthak via Panderman, Kota Batu.

Perjalanan akan melewati kawasan hutan dan semak. Meski begitu, jalurnya masih jelas. Ada dua jalur, yakni untuk ojek dan pejalan kaki. Keduanya akan menjadi satu jalur.

Perjalanan dari Pos 2 ke Pos 3 saya tempuh selama 45 menit. Terdapat warung yang tutup dan sumber air.

Kembali saya meminum air sampai habis, lalu mengisi botol 600 ml sampai penuh. Botol cadangan masih kosong. Itu karena di pos selanjutnya, yakni Sabana, juga terdapat sumber air.

Pos 3-Pos 4

Usai beristirahat sejenak, saya melanjutkan perjalanan sekitar pukul 10.35 WIB menuju pos selanjutnya.

KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Pos 3 Gunung Buthak via Panderman, Kota Batu.

Setelah Pos 3, perjalanan hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki. Ternyata, jalur mulai menanjak konstan dan cukup panjang.

Pendaki akan melalui jalur di punggungan bukit dan sesekali melewati hutan cemara. Butuh waktu sekitar 2 jam bagi saya untuk sampai di Pos 4 atau sabana.

Sabana Gunung Buthak

Pos selanjutnya adalah sabana. Sesuai namanya, tempat ini berupa sabana luas yang berada di tengah lembah.

KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Sabana Gunung Buthak, Jawa Timur.

Pos ini sebenarnya merupakan persimpangan. Ada jalur menuju puncak Gunung Kawi melalui Paseban Agung, atau naik ke Puncak Buthak. Namun, jalur yang populer di sabana ini adalah menuju Puncak Buthak.

Di Pos Sabana, biasanya para pendaki berkemah sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak Gunung Buthak.

Saya juga sempat mendirikan tenda untuk tidur sejenak menanti datangnya sore hari. Terdapat sumber air di sini, sehingga saya bisa minum sepuasnya.

Tanjakan terjal ke Puncak Buthak

Sore hari sekitar pukul 15.30 WIB, saya memulai perjalanan ke puncak dengan membawa camilan dan satu botol air mineral 600 ml.

KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Tanjakan menuju Puncak Gunung Buthak via Kota Batu, Jawa Timur.

Jelang puncak, ternyata jalur menjadi menanjak terjal. Pendaki sesekali harus berjalan “mencium lutut”, saking tingginya tanjakan.

Jalur juga licin karena berpasir, sehingga pendaki harus berhati-hati. Sepatu gunung yang bergerigi, sangat membantu melalui medan semacam itu.

Sunset di Puncak Buthak

Untungnya, perjalanan melelahkan ke puncak tidak lama. Hanya sekitar 30 menit, saya sampai di kawasan puncak Gunung Buthak.

Sore itu, langit Gunung Buthak sangat indah. Cuaca cukup cerah dengan awan yang berada di bawah.

KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Sunset di Puncak Gunung Buthak, Jawa Timur.

Hal itu membuat panorama sunset atau matahari terbenam terlihat dengan jelas. Sunset makin cantik karena berada di atas awan.

Tak hanya sunset, panorama ke arah lain juga tidak kalah indah. Terlihat Gunung Arjuno-Welirang di sisi utara, hingga atap Pulau Jawa, Mahameru di sisi timur.

Usai matahari terbenam, saya segera turun. Perjalanan turun ke Sabana cukup menyeramkan karena curam.

KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Gunung Semeru dilihat dari Puncak Gunung Buthak, Jawa Timur.

Sebenarnya, saya berniat tidur dan turun ke basecamp keesokan harinya. Namun, saya memutuskan untuk langsung turun karena sudah puas.

Memulai perjalanan turun sekitar 19.30 WIB, saya akhirnya sampai kembali di basecamp pukul 23.00 WIB.

#gunung-buthak #gunung-buthak-via-panderman #pendakian-gunung-buthak-via-panderman

https://travel.kompas.com/read/2024/07/15/070700727/pendakian-gunung-buthak-via-panderman-indah-dan-air-melimpah