Orang Nomor Satu Samsung Mobile Ungkap Strategi Hadapi Gempuran HP Lipat China
Orang nomor satu di Samsung Mobile, TM Roh, mengatakan ada tiga hal penting dalam menghadapi gempuran HP lipat dari vendor China. Halaman all
(Kompas.com) 15/07/24 07:02 10817246
PARIS, KOMPAS.com - Masih dalam rangkaian hajatan Galaxy Unpacked Paris 2024, jurnalis KompasTeknoGaluh Putri Riyanto berkesempatan berbincang secara eksklusif dengan orang nomor satu di divisi Samsung Mobile, yaitu TM Roh.
Pria dengan nama lengkap Taemoon Roh ini menjabat sebagai Presiden sekaligus Head of the Mobile Experience Business Samsung Electronics.
Selama sekitar 1 jam, KompasTekno dan empat jurnalis lain membahas beberapa hal, salah satunya soal strategi Samsung untuk tetap dominan dan menguasai pasar smartphone lipat di tengah era gempuran banyak ponsel lipat China.
Menurut TM Roh, secara umum, mendengarkan kemauan dan keinginan konsumen adalah kunci utama untuk mencapai posisi puncak sekarang.
"Strategi dan filosofi dasar Samsung untuk pasar ponsel lipat, semuanya tentang pelanggan," kata TM Roh.
"Kami ingin pelanggan bisa menikmati ponsel layar lipat yang besar dengan fungsi yang banyak, portabilitas lebih mudah, serta gabungan teknologi Mobile AI untuk pengalaman yang lebih baik," lanjut TM Roh.
KOMPAS.com/ Galuh Putri Riyanto Samsung Galaxy Z Fold 6 menjadi ponsel lipat tertipis dan teringan di sejarah lini Galaxy Z Fold.
3 perhatian utama
TM Roh mengatakan, ada tiga hal utama yang menjadi perhatian perusahaan untuk tetap relevan dan dominan di pasar smartphone lipat.
Pertama adalah membawa pengalaman pengguna ke level selanjutnya, yaitu dengan mengintegrasikan kemampuan Mobile AI ke ponsel lipat.
Hal ini direalisasikan oleh Samsung dengan menanamkan serangkaian fitur kecerdasan buatan "Galaxy AI" secara bawaan di seri ponsel lipat Galaxy Z Fold 6 dan Galaxy Z Flip 6 untuk pertama kalinya.
Sebelumnya, Galaxy AI debut di seri flagship Galaxy S24 series pada Januari 2024.
Samsung Galaxy AI di Galaxy Z Fold 6 dan Z Flip 6 ini lebih baru dan lebih canggih. Beberapa fitur Galaxy AI barunya seperti Sketch to Image untuk menambahkan obyek pada gambar yang sudah ada.
Kemudian, ada Portrait Studio untuk menyulap foto menjadi ala "comic", "3D cartoon", "watercolor", dan "sketch". Ada juga fitur AI "Composer" untuk membuat teks unik berdasarkan perintah teks sederhana untuk email, perpesanan, dan media sosial.
"Dengan menggabungkan Mobile AI ke ponsel lipat generasi terbaru kami, kami berharap pengguna merasakan pengalaman penggunaan yang lebih baik dan merasakan hidup yang lebih nyaman dengan adanya fitur AI," kata TM Roh.
Kedua, menurut TM Roh, Samsung ingin menghadirkan perangkat lipat dengan tingkat portabilitas yang lebih baik, sehingga lebih mudah dibawa ke mana saja dan kapan saja.
Hal ini secara konsisten direalisasikan Samsung dengan menghadirkan ponsel Galaxy Z Fold dengan bobot dan ketebalan yang menyusut tiap tahunnya.
Misalnya, Samsung Z Fold 6 kini hadir dengan dimensi bodi panjang 132,6 x 153,5 x 5,6mm dalam keadaan terbuka (unfolded). Sementara dalam keadaan terlipat (folded), ponsel ini memiliki dimensi panjang 68,1 mm, lebar 153,5 mm, ketebalan 12,1mm dengan bobot yang sama. Adapun bobot bodi Samsung Z Fold 6 secara keseluruhan adalah 239 gram.
Dengan dimensi dan bobot tersebut, Samsung Galaxy Z Fold 6 menjadi ponsel lipat Samsung yang paling tipis dan ringan, dibandingkan lima generasi sebelumnya. Ini buktinya:
KOMPAS.com/Galuh Putri Riyanto Fitur interpreter Galaxy AI di Samsung Galay Z Fold 6 lebih mudah digunakan. Sebab, tampilan Interpreter lebih intuitif karena bisa ditampilkan di layar sekunder sekaligus di layar utama."Kami melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan pelanggan menikmati ponsel lipat dengan perbandingan daya tahan (durabilitas) dan portabilitas yang pas," kata TM Roh.
Salah satu cara Samsung merealisasikan hal itu adalah dengan terus menggadirkan inovasi teknologi engsel (hinge).
Teknologi engsel ini memungkinkan pengguna merasakan konsep "melipat dan membuka" layar. Dengan ini, pengguna bisa menikmati layar lebih besar saat dibuka dan tetap ringkas saat dilipat.
Selama enam tahun terakhir, Samsung membuat inovasi teknologi engsel (hinge) untuk seri Galaxy Z Fold. Misalnya, pada 2020, Samsung Z Fold 2 menggunakan hinge Hideaway Hinge. Teknologi ini menghubungkan bodi smartphone, serta memberikan proses melipat dan membuka yang stabil dan seamless.
Dengan Hideaway Hinge, pengguna bisa mengatur posisi Galaxy Z Fold2 pada berbagai sudut dengan mudah ketika berfoto selfie dan melakukan panggilan video dalam mode FlexMode.
Pada 2023, Samsung menghadirkan mekanisme baru bernama FlexHinge, memungkinkan layar melengkung masuk ke dalam engsel seperti tetesan air menggunakan empat poros penggerak dan struktur rel ganda yang memfasilitasi geseran yang halus.
Teknologi engsel ini memungkinkan kedua layar dilipat dengan
rata, tanpa lipatan atau celah.
Yang paling baru, Samsung merilis Galaxy Z Fold 6 dengan teknologi Dual Rail Hinge. Menurut Samsung, dengan peningkatan ini, layar ponsel mampu mendistribusikan dampak dari benturan eksternal dengan lebih baik.
Selain itu, lapisan layar Galaxy Z Fold 6 juga ditingkatkan untuk membantu mengurangi lipatan (crease) sekaligus mempertahankan kekuatan layar.
Persaingan bagus untuk pelanggan
KOMPAS.com/Galuh Putri Riyanto Duo ponsel lipat terbaru Samsung, Galaxy Z Flip 6 (kiri) dan Samsung Galaxy Z Fold 6 dalam keadaan dibentangkan lipatannya.Sejak 2019, Samsung rutin meluncurkan lini Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip. Yang paling baru, Samsung meluncurkan Galaxy Z Fold 6 dan Galaxy Z Flip 6 pada 10 Juli 2024.
Selama enam tahun belakangan, Samsung menjadi penguasa pasar ponsel lipat. Kemudian, beberapa vendor smartphone China berbondong-bondong masuk ke pasar ponsel lipat.
Sebut saja Oppo yang merilis lini ponsel lipat Oppo Find N. Kemudian, ada Vivo dengan Vivo X Fold, Tecno dengan seri Tecno Phantom V Flip, OnePlus dengan OnePlus Open, ZTE dengan Nubia Flip 5G. Beberapa di antaranya menawarkan ponsel lipat dengan harga yang lebih terjangkau.
TM Roh pun buka suara soal hal ini. Menuru TM Roh, ketika pasar ponsel lipat naik, persaiangan menjadi hal alami yang akan muncul dan itu akan menguntungkan pelanggan.
"Persaingan menghasilkan produk baru yang lebih baik, pengalaman yang lebih baik, layanan baru, dan pada akhirnya menguntungkan konsumen," kata TM Roh.
Dengan begitu, Samsung akan terus bersaing menghadirkan ponsel lipat dengan pengalaman premium ke depannya.
#pasar-ponsel #konsumen #samsung #ponsel-lipat #foldable-phone #tm-roh #samsung-galaxy-z-fold-6 #samsung-z-flip-6 #samsung-z-fold-6 #harga-samsung-z-fold-6