Kasus Narkoba di Kampung Bahari Berulang, Sosiolog: Kalau Sudah Jadi Jaringan, Sulit Diberantas

Kasus Narkoba di Kampung Bahari Berulang, Sosiolog: Kalau Sudah Jadi Jaringan, Sulit Diberantas

Mereka seperti mafia, memiliki komunitas serta subkultur tersendiri. Bahkan, berani melawan aparat dan memiliki solidaritas yang solid. Halaman all

(Kompas.com) 15/07/24 12:37 10844090

JAKARTA, KOMPAS.com - Sosiolog dari Universitas Airlangga (Unair) Bagong Suyanto berpendapat, sulit untuk memberantas peredaran narkoba di Kampung Bahari jika sudah telanjur menjadi jaringan.

Mereka seperti mafia, memiliki komunitas serta subkultur tersendiri. Bahkan, berani melawan aparat dan memiliki solidaritas yang solid.

“Kalau sudah memintal menjadi jaringan, memang sulit diberantas. Apalagi kalau ada koneksi dengan oknum aparat,” ujar Bagong saat dihubungi Kompas.com, Minggu (14/7/2024).

Bagong menganggap patroli rutin dari pihak kepolisian tidak akan efektif menumpas peredaran narkoba di Kampung Bahari.

Namun, lain hal jika penggerebekan yang konsisten dan aparat yang tidak masuk perangkat pengedar, menurut Bagong itu akan lebih baik.

“Peredaran narkoba sudah menjadi gaya hidup. Memberantasnya tidak cukup pendekatan keamanan. Perlu counter wacana,” kata Bagong.

Dengan begitu, polisi disebut Baging perlu bekerja sama dengan pemangku wilayah untuk menciptakan gaya hidup baru di Kampung Bahari yang positif.

“Untuk bandar dan pengedar, (perlu) pendekatan legal punitif. Kalau untuk pecandu, perlu counter wacana (wacana tandingan), biar masyarakat bisa memilih wacana yang benar,” ujar Bagong.

Diberitakan sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara lagi-lagi kembali menggerebek Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (13/7/2024).

Dalam kegiatan Operasi Nila Jaya 2024, sebanyak 31 orang ditangkap dari tempat persembunyian mereka.

Barang bukti yang turut disita berupa 103 gram sabu-sabu, 26 paket sabu-sabu, 12 timbangan digital, 2 televisi, dan 4 decoder.

Ada juga 1 laptop, 1 alat hitung hitung, 11 bong, 1 senapan angin, 4 air gun berikut gas CO2, 25 senjata tajam (sajam), 1 drone, 1 kotak petasan, dan 3 alat hisap.

Tidak ada aksi perlawanan dalam penggerebekan. Mereka hanya sempat mengelak saat hendak diamankan.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengungkapkan, penyebab peredaran narkoba di Kampung Bahari terus terulang meski lokasi tersebut sudah digerebek polisi berkali-kali.

"Saya bilang narkoba kan siklus ya, maka yang harus kita matikan sebenernya ekosistemnya. Jangan sampai berulang," kata Gidion di Polres Metro Jakarta Utara, Sabtu (13/7/2024).

Gidion berharap penggerebekan yang dilakukan kali ini dapat jadi pembelajaran bagi warga sehingga kasus narkoba di Kampung Bahari tak terulang.

"Saya juga berharap ini terakhir kita melakukan penindakan yang kemudian satu sisi ada yang sependapat karena membawa nama jelek lingkungan ya. Tapi, kita tidak akan pernah lelah untuk melakukan penangkapan, penindakan, kemudian memutus mata rantai peredaran narkotika," tutur Gidion.

#kampung-bahari #kampung-bahari-digerebek #kampung-bahari-digerebek-lagi #kampung-bahari-sarang-narkoba

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/15/12371341/kasus-narkoba-di-kampung-bahari-berulang-sosiolog-kalau-sudah-jadi