Atasi Kekeringan, Mendagri Minta Semua Kepala Daerah Perkuat Program Pompanisasi

Atasi Kekeringan, Mendagri Minta Semua Kepala Daerah Perkuat Program Pompanisasi

Program tersebut merupakan upaya pemerintah dan juga arahan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam meningkatkan produksi dalam negeri. Halaman all

(Kompas.com) 15/07/24 13:32 10845493

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta para kepala daerah di seluruh Indonesia untuk memperkuat program pompanisasi sebagai solusi cepat mengatasi kekeringan panjang.

Menurut Tito, program tersebut merupakan upaya pemerintah dan juga arahan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam meningkatkan produksi dalam negeri saat dunia dilanda Kekeringan akibat gelombang panas.

"Pompanisasi ini perlu perhatian dari kepala daerah karena tanpa ada political will atau keinginan kuat bersama, kita khawatir nanti programnya tidak berjalan maksimal. Teman-teman kepala dinas nanti di delegasikan lagi agar pompa ini berjalan karena Pak Menteri susah payah dalam mendapatkan anggaran maupun pengadaan pompa-pompa tersebut," ujar Tito dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi yang disiarkan secara virtual, Senin (15/7/2024).

Dok.DKPP Nunukan Ilustrasi kekeringan.

Tito mengatakan, masalah pangan terutama beras adalah masalah yang sangat vital karena berkaitan erat dengan stabilitas politik dan keamanan.

Oleh karena itu, mau tidak mau peningkatan produksi harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor.

"Kalau menyangkut masalah pangan maka akan berkolerasi dengan kemanan dan angka inflasi, juga stabilitas politik dan keamanan maka selalu pemerintahan menjaga beras. Karena itu untuk meningkatkan produksi di antaranya yang paling urgen sekali saat ini untuk menjaga agar sawah-sawah kecukupan air menjelang kekeringan ini yang sudah mulai yaitu pompanisasi," katanya.

Oleh karena itu, Tito berharap para kepala daerah segera melakukan pengecekan langsung terkait pompa yang sudah diberikan Kementan apakah sudah berjalan dalam memenuhi kebutuhan air sawah.

Dia ingin, pompa yang sudah ada ini memiliki manfaat besar bagi kepentingan produksi nasional.

"Tolong nanti segera di-follow up dan mengecek langsung agar pompa yang diberikan ini betul-betul dimanfaatkan, dikerjakan dan digunakan. Bila perlu cek langsung di lapangan di mana dipasangnya sudah jalan apa enggak," katanya.

KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2024).

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, saat ini fokus kerja yang harus dijalankan adalah pompanisasi sebagai solusi cepat mengatasi masalah pangan.

Dia menyebutkan, pihaknya telah menyiapkan 50.000 unit pompa yang akan dipasang di seluruh sentra.

"Kami memiliki solusi cepat pompanisasi yang jadi nafas kita tiga bulan ke depan. Pompanisasi ini ada 50.000 yang harus kita bagikan ke seluruh Indonesia dan itu ujung tombaknya para kepala daerah di seluruh Indonesia. Kalau 75.000 terpasang, musim kering berikutnya Insyaallah bisa kita atasi," katanya.

Mentan menambahkan saat ini pemerintah telah menargetkan 500.000 hektar lahan di pulau jawa yang akan diairi pompanisasi.

Jika dihitung secara rinci, 500.000 hektar tersebut mampu menghasilkan 2,5 juta ton gabah dengan rata-rata produksi 5 ton perhektar.

"500.000 ini kalau produksi 5 ton artinya kita bisa dapat 2,5 juta ton. Artinya kita bisa memenuhi produksi ke depan. Karena itu pompanisasi harus kita atasi ke depan," jelasnya.

#tito-karnavian #gelombang-panas #kekeringan #pompanisasi

https://money.kompas.com/read/2024/07/15/133200026/atasi-kekeringan-mendagri-minta-semua-kepala-daerah-perkuat-program