Peredaran Narkoba di Kampung Bahari Sudah Jadi Gaya Hidup, Polisi Perlu "Counter" Wacana
Polisi dan pemerintah dianggap perlu menciptakan counter wacana demi memberantas peredaran narkoba di Kampung Bahari. Halaman all
(Kompas.com) 15/07/24 13:58 10848424
JAKARTA, KOMPAS.com - Sosiolog dari Universitas Airlangga (Unair) Bagong Suyanto mengatakan, polisi dan pemerintah perlu menciptakan counter wacana atau wacana tandingan demi memberantas peredaran narkoba di Kampung Bahari.
Pasalnya, peredaran narkoba di Kampung Bahari sudah menjadi gaya hidup, bahkan bisa dibilang hidup berdampingan satu sama lain.
“Peredaran narkoba sudah menjadi gaya hidup. Memberantasnya tidak cukup pendekatan keamanan. Perlu counter wacana,” ujar Bagong saat dihubungi Kompas.com, Minggu (14/7/2024).
“Kalau gaya hidup perlu dilawan dengan wacana soal gaya hidup yang benar. Jangan sampai merasa pakai narkoba itu keren,” lanjut Bagong lagi.
Tujuannya, agar masyarakat yang berada di Kampung Bahari mempunyai pilihan antara hidup dengan narkoba atau lepas dari lingkaran setan tersebut.
Dengan begitu, polisi perlu bekerja sama dengan pemangku wilayah demi menciptakan gaya hidup baru yang positif di Kampung Bahari.
“Untuk bandar dan pengedar, (perlu) pendekatan legal punitif. Kalau untuk pecandu, perlu counter wacana (wacana tandingan), biar masyarakat bisa memilih wacana yang benar,” ucap Bagong.
Diberitakan sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara lagi-lagi kembali menggerebek Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (13/7/2024).
Dalam kegiatan Operasi Nila Jaya 2024, sebanyak 31 orang ditangkap dari tempat persembunyian mereka.
Barang bukti yang turut disita berupa 103 gram sabu-sabu, 26 paket sabu-sabu, 12 timbangan digital, 2 televisi, dan 4 decoder.
Ada juga 1 laptop, 1 alat hitung hitung yang, 11 bong, 1 senapan angin, 4 air gun berikut gas CO2, 25 senjata tajam (sajam), 1 drone, 1 kotak petasan, dan 3 alat hisap.
Tidak ada aksi perlawanan dalam penggerebekan. Mereka hanya sempat mengelak saat hendak diamankan.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengungkapkan, penyebab peredaran narkoba di Kampung Bahari terus terulang meski lokasi tersebut sudah digerebek polisi berkali-kali.
"Saya bilang narkoba kan siklus ya, maka yang harus kita matikan sebenernya ekosistemnya. Jangan sampai berulang," kata Gidion di Polres Metro Jakarta Utara, Sabtu (13/7/2024).
Gidion berharap penggerebekan yang dilakukan kali ini dapat jadi pembelajaran bagi warga sehingga kasus narkoba di Kampung Bahari tak terulang.
"Saya juga berharap ini terakhir kita melakukan penindakan yang kemudian satu sisi ada yang sependapat karena membawa nama jelek lingkungan ya. Tapi, kita tidak akan pernah lelah untuk melakukan penangkapan, penindakan, kemudian memutus mata rantai peredaran narkotika," tutur Gidion.
#penggerebekan-narkoba-di-kampung-bahari #penggerebekan-kampung-bahari #kampung-bahari-digerebek-lagi #kampung-bahari-sarang-narkoba