Patroli Tak akan Tumpas Narkoba di Kampung Bahari, Apalagi Kalau Ada Koneksi dengan Oknum Aparat
'Peredaran narkoba sudah menjadi gaya hidup. Memberantasnya tidak cukup pendekatan keamanan,' ujar Bagong. Halaman all
(Kompas.com) 15/07/24 17:07 10861868
JAKARTA, KOMPAS.com - Sosiolog Universitas Airlangga (Unair) Bagong Suyanto berpendapat, peredaran narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, tidak akan bisa ditumpas hanya dengan patroli seadanya.
"(Sekadar) patroli tidak akan efektif. Apalagi kalau ada koneksi dengan oknum aparat," ungkap Bagong saat dihubungi Kompas.com, Minggu (15/7/2024).
Penggerebekan yang konsisten dan membangun sistem pengawasan agar aparat tidak masuk perangkat pengedar, menurut Bagong, bisa menjadi strategi untuk memutus rantai peredaran narkoba di wilayah itu.
Di sisi lain, Bagong menilai, memang cukup sulit untuk memberantas peredaran narkoba di Kampung Bahari jika sudah menjadi sebuah jaringan.
Mereka seperti mafia, mempunyai komunitas dan subkultur tersendiri. Bahkan, berani melawan aparat dan memiliki solidaritas yang solid.
"Kalau sudah memintal, menjadi jaringan, memang sulit diberantas," kata dia.
"Peredaran narkoba sudah menjadi gaya hidup. Memberantasnya tidak cukup pendekatan keamanan. Perlu counter wacana," ucapnya lagi.
Dengan begitu, polisi perlu bekerja sama dengan pemangku wilayah demi menciptakan gaya hidup baru yang positif di Kampung Bahari.
"Untuk bandar dan pengedar, (perlu) pendekatan legal punitif. Kalau untuk pecandu, perlu counter wacana (wacana tandingan), biar masyarakat bisa memilih wacana yang benar," pungkas Bagong.
Diberitakan sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara kembali menggerebek Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (13/7/2024).
Dalam kegiatan Operasi Nila Jaya 2024, sebanyak 31 orang ditangkap dari tempat persembunyian mereka.
Barang bukti yang turut disita berupa 103 gram sabu-sabu, 26 paket sabu-sabu, 12 timbangan digital, 2 televisi, dan 4 decoder.
Ada juga 1 laptop, 1 alat hitung hitung yang, 11 bong, 1 senapan angin, 4 air gun berikut gas CO2, 25 senjata tajam (sajam), 1 drone, 1 kotak petasan, dan 3 alat hisap.
Tidak ada aksi perlawanan dalam penggerebekan. Mereka hanya sempat mengelak saat hendak diamankan.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengungkapkan, penyebab peredaran narkoba di Kampung Bahari terus terulang meski lokasi tersebut sudah digerebek polisi berkali-kali.
"Saya bilang narkoba kan siklus ya, maka yang harus kita matikan sebenernya ekosistemnya. Jangan sampai berulang," kata Gidion di Polres Metro Jakarta Utara, Sabtu (13/7/2024).
Gidion berharap penggerebekan yang dilakukan kali ini dapat jadi pembelajaran bagi warga sehingga kasus narkoba di Kampung Bahari tak terulang.
"Saya juga berharap ini terakhir kita melakukan penindakan yang kemudian satu sisi ada yang sependapat karena membawa nama jelek lingkungan ya. Tapi, kita tidak akan pernah lelah untuk melakukan penangkapan, penindakan, kemudian memutus mata rantai peredaran narkotika," tutur Gidion.
#bisnis-narkoba-di-kampung-bahari #kampung-bahari-digerebek-lagi #kampung-bahari-sarang-narkoba