Kaki Tangan Alex Bonpis Masih Eksis, Polisi Petakan Peredaran Narkoba di Kampung Bahari
Polisi mengakui bahwa kaki tangan Alex Albert alias Alex Bonpis masih ada untuk mengedarkan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Halaman all
(Kompas.com) 15/07/24 16:47 10861880
JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengakui bahwa kaki tangan Alex Albert alias Alex Bonpis masih ada untuk mengedarkan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Hal tersebut terungkap saat Gidion menjawab pertanyaan mengenai apakah kepolisian sudah memetakan bandar besar yang mengedarkan narkoba di Kampung Bahari.
“Dulu kan bandar besarnya terkenal, Alex Bonpis. Nah kan sel-selnya itu kan pasti ada ya. Kami sudah petakan juga,” kata Gidion kepada wartawan, Senin (15/7/2024).
Meski begitu, Gidion mengungkapkan, peredaran narkoba di Kampung Bahari bukan hanya digerakkan oleh satu orang.
“Itu analisis kami, pasti banyak sel,” ujar Gidion.
Meski begitu, Gidion memastikan penegakkan hukum terhadap para pengedar telah polisi lakukan, salah satunya melalui penggerebekan.
Namun, Gidion mengeklaim, polisi juga telah melakukan upaya preventif untuk memberantas peredaran narkoba di Kampung Bahari.
“Sebenarnya kami sudah mulai dari pencegahannya juga. Penguatan masyarakat kami sudah kita push. Kalau arahnya penegakan hukum sudah kami lakukan,” ujar Gidion.
Untuk diketahui, Alex Bonpis terlibat dalam kasus peredaran narkoba jenis sabu-sabu oleh terpidana sekaligus eks Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Teddy Minahasa.
Dalam kasus ini, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara menjatuhkan vonis 13 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar terhadap Alex Bonpis.
Diberitakan sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara lagi-lagi kembali menggerebek Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (13/7/2024).
Dalam kegiatan Operasi Nila Jaya 2024, 31 orang ditangkap dari tempat persembunyian mereka.
Barang bukti yang disita berupa 103 gram sabu-sabu, 26 paket sabu-sabu, 12 timbangan digital, dua televisi, dan empat decoder.
Ada juga sebuah laptop, alat hitung hitung uang, 11 bong, sebuah senapan angin, empat air gun berikut gas CO2, 25 senjata tajam (sajam), 1 drone, 1 kotak petasan, dan tiga alat isap.
Tidak ada perlawanan dalam penggerebekan. Mereka hanya sempat mengelak saat hendak diamankan.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan, peredaran narkoba di Kampung Bahari terus terulang meski lokasi tersebut sudah digerebek polisi berkali-kali.
"Saya bilang narkoba kan siklus ya, maka yang harus kita matikan sebenernya ekosistemnya. Jangan sampai berulang," kata Gidion di Polres Metro Jakarta Utara, Sabtu (13/7/2024).
#alex-bonpis-narkoba #alex-bonpis-kampung-bahari #bisnis-narkoba-di-kampung-bahari #kampung-bahari-digerebek-lagi #kampung-bahari-sarang-narkoba