Polisi Petakan Pemilik Bedeng di Kampung Bahari yang Sewakan Alat Hisap Narkoba
Bukan hanya menyediakan alat, pemilik bedeng juga sekaligus menjual narkoba untuk dipakai di dalam bedeng tersebut. Halaman all
(Kompas.com) 15/07/24 17:22 10866582
JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan memetakan pemilik deretan bedeng di Kampung Bahari yang menyewakan alat hisap narkoba.
“Memang kan, di sana (bedeng di Kampung Bahari) karakternya digunakan di tempat. Ya kita sudah petakan, beberapa kita petakan untuk pelaku penyedia rumahnya,” kata Gidion kepada wartawan, Senin (15/7/2024).
Bukan hanya menyediakan alat, pemilik juga sekaligus menjual narkoba untuk dipakai di dalam bedeng tersebut.
“Sekalian menjual, sekalian menggunakan di situ,” ujar Gidion.
Peredaran narkoba di Kampung Bahari bukan hanya digerakkan oleh satu orang saja.
Mereka terdiri dari beberapa kelompok untuk membangun ekosistem peredaran narkoba di Kampung Bahari.
“Itu analisis kita pasti banyak sel,” ujar Gidion.
Untuk diketahui, bedeng-bedeng yang berlokasi di pinggir rel Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjadi salah satu sasaran penggerebekan polisi pada Sabtu (13/7/2024).
Pinggir rel yang memisahkan Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari ini disebut dengan area “Texas”.
Sedangkan, bedeng-bedeng yang berdiri di pinggir rel ini disebut “apotek”, sebuah tempat bagi para pelaku untuk bertransaksi sekaligus mengonsumsi narkoba.
Berdasarkan pantauan Kompas.com, bedeng ini mempunyai luas lebih kurang panjang tiga meter dan lebar empat meter.
Tempat tersebut dibangun menggunakan triplek yang dilapisi terpal berwarna biru. Sementara, atap dari “apotek” ini memakai asbes atau seng.
Saat hendak memasuki bedeng untuk melihat proses penggerebekan, Kompas.com melihat kamera CCTV terpasang tepat di atas pintu masuk.
CCTV itu diduga untuk merekam keluar masuknya seseorang ke bedeng.
Sementara, di salah satu bedeng, terdapat nomor rekening sebuah bank yang diduga untuk para pelaku bertransaksi narkoba secara non-tunai.
Saat memasuki bedeng, terdapat alas karpet di dalamnya yang sengaja dipasang pemilik untuk memanjakan pembeli.
Bukan hanya itu, agar pembeli lebih nyaman saat mengonsumsi narkoba, bedeng ini juga dilengkapi oleh alat pendingin ruangan atau AC.
Di dalam, setidaknya ada sejumlah tulisan tangan yang terpampang jelas.
Beberapa tulisan ini di antaranya, “Sewa Alat Rp 5.000”, “Bayar Dulu… Bos Kuh!!!”, “Perhatian! Dilarang Main Hape!!!” dan “Aku Tahu tapi Aku Diam.”
Selain itu, setidaknya ada beberapa alat sound system, bantal, kasur lipat, dan bong bekas pakai.
#narkoba-di-kampung-bahari #penggerebekan-narkoba-di-kampung-bahari #bisnis-narkoba-di-kampung-bahari #kampung-bahari-digerebek-lagi #kampung-bahari-sarang-narkoba