OPM Bakar Sekolah di Distrik Okbab, Polri: Cerminkan Kejahatan Luar Biasa

OPM Bakar Sekolah di Distrik Okbab, Polri: Cerminkan Kejahatan Luar Biasa

TNI Polri akan menindak tegas pelaku pembakaran sekolah

(Republika) 15/07/24 22:20 10886585

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA — Polri mengecam aksi sepihak Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang melakukan penyerangan, dan pembakaran fasilitas-fasilitas pendidikan di Kampung Borban Distrik Okbab, Pegunungan Bintang, Papua Tengah.

Meskipun tak korban jiwa dalam aksi sepihak tersebut, namun kelompok separatis bersenjata itu melakukan pembakaran terhadap satu kompleks bangunan sekolah yang selama digunakan untuk sarana pendidikan anak-anak di Papua.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigadir Jenderal (Brigjen) Faizal Ramadhani, mengatakan dari pengecekan di lokasi kejadian, yang dibakar oleh kelompok bersenjata tersebut, adalah bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Okbab.

“Kami sangat menyayangkan, di mana KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) melakukan penyerangan, dan pembakaran terhadap fasilitas-fasilitas pendidikan yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak asli di Papua dalam menimba ilmu untuk masa depan yang lebih baik bagi tanah kelahirannya,” begitu kata Faizal, dalam siaran pers yang diterima wartawan di Jakarta, Senin (15/7/2024).

Faizal mengatakan, sudah melakukan identifikasi para pelaku penyerangan dan pembakaran itu. Kata dia, dari penelusuran yang diterimanya, para pelaku penyerangan dan pembakaran itu adalah kelompok bersenjata yang berjumlah sekitar empat orang dari barisan Memokon.

Yaitu Jender Siktaop alias Usoki, Aquino Kaladana, Yuni Mimin, dan Enos Kakyarmabim. Kata Faizal, dari identifikasi tersebut, tim gabungan Satgas Damai Cartenz dari Polri, pun juga Tentara Nasional Indonesia (TNI) sudah melakukan pengejaran untuk penindakan hukum.

“Tindakan-tindakan oleh KKB dengan melakukan penyerangan dan pembakaran sekolah-sekolah ini, mencerminkan kejahatan yang luar biasa yang telah mereka lakukan. Dan kami dari Polri, maupun juga dari TNI akan menindak tegas para pelakunya ini,” begitu kata Faizal.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Komisaris Besar (Kombes) Bayu Suseno menambahkan, aksi penyerangan dan pembakaran kelompok separatis bersenjata ke fasilitas-fasilitas pendidikan tersebut sikap tak bertanggung jawab, dan pengabaian terhadap hak-hak anak-anak di Papua untuk mendapatkan pendidikan.

“KKB itu bukan pejuang kemerdekaan. Mereka tidak lain, adalah perusak masa depan anak-anak bangsa Papua yang menginginkan pendidikan untuk masa depan mereka,” begitu kata Bayu.

Kata bayu...

Kata Bayu, aksi pembakaran bangunan-bangunan sekolah oleh kelompok separatis itu, bukan kali pertama. Dan kata dia, aksi-aksi sepihak tersebut harus ditindak dengan cara yang tegas.

“Sekolah-sekolah tersebut seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak-anak di Papua untuk mendapatkan pendidikan. Kami akan memperketat pengamanan-pengamanan di sekolah-sekolah, dan memastikan untuk menindak tegas para pelaku penyerangan dan pembakaran tersebut,” begitu sambung Bayu.

Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali melakukan penyerangan dan pengrusakan terhadap fasilitas umum, serta pendidikan di Papua. Pada Ahad (14/7/2024) kelompok separatis bersenjata itu menyerang warga yang berada di kawasan Pegunungan Bintang, di Papua Tengah.

Belum ada laporan korban jiwa dalam penyerangan itu, tetapi OPM membakar habis seluruh bangunan, dan fasilitas pendidikan di Kampung Borban, Distrik Okbab.

Juru Bicara Markas Pusat Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TPNPB) OPM Sebby Sambom mengatakan, penyerangan dan aksi pembakaran tersebut dilakukan oleh Ananias Ati Mimin bersama pasukannya.

“Bahwa pasukannya telah membakar seluruh bangunan SD, SMP, SMA, dan juga SMK yang berada di Kampung Borban di Distrik Okbab, Pegunungan Bintang,” begitu kata Sebby dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id di Jakarta, Ahad (14/7/2024).

Sebby mengatakan, aksi pembakaran bangunan-bangunan pendidikan tersebut dilakukan lantaran diyakini kelompoknya sebagai sarang dan pos militer Indonesia. Kata Sebby, perintah dari pemimpin tertinggi OPM, pun meminta agar seluruh masyarakat asli di Papua, agar melakukan aksi-aksi serupa.

“Markas Pusat TPNPB-OPM mengumumkan kepada seluruh pasukan TPNPB di 36 daerah pertahanan di Tanah Papua untuk segera membakar seluruh fasilitas-fasilitas yang dibangun oleh pemerintah Indonesia di Tanah Papua,” begitu kata Sebby.

#opm-bakar-sekolahan #sekolah-opm #organisasi-papua-merdeka #distrik-okbab #sdn-okbab #opm-papua #operasi-damai-cartenz

https://news.republika.co.id/berita/sgo7xe320/opm-bakar-sekolah-di-distrik-okbab-polri-cerminkan-kejahatan-luar-biasa