Aturan Memakai Pelembap untuk Mendapatkan Kulit Sehat
Kita sebaiknya memperhatikan aturan memakai pelembap atau moisturizer agar memperoleh hasil terbaik. Seperti apa aturannya?
(Kompas.com) 16/07/24 11:30 10947815
KOMPAS.com - Tiga produk dasar yang disarankan untuk merawat kulit wajah adalah pembersih, pelembap, dan tabir surya.
Pelembap memang penting, tetapi pelembap juga mudah rusak sehingga membuat kulit berminyak, berjerawat, atau bahkan lebih kering.
Karenanya, untuk mendapatkan kulit sehat, kita sebaiknya memperhatikan aturan memakai pelembap atau moisturizer agar memperoleh hasil terbaik. Seperti apa aturannya?
Melembapkan setiap hari
Menjaga kesehatan kulit memerlukan konsistensi. Ciptakan rutinitas perawatan kulit harian dan patuhi itu, pastikan pelembap adalah prioritas utama.
Elizabeth Tanzi, MD, direktur Capital Laser dan Perawatan Kulit di Chevy Chase, Maryland, menyarankan pemakaian pelembap di pagi dan malam hari, setelah membersihkan muka atau mandi.
Di bulan-bulan yang lebih dingin, kita sebaiknya menggunakan pelembap yang kaya untuk melawan kekeringan akibat angin dingin dan panas dalam ruangan yang mengeringkan; di bulan-bulan hangat, sebaiknya menggunakan formula yang lebih ringan, atau bahkan beralih ke serum.
Melembapkan segera setelah dibersihkan
“Jangan menunggu terlalu lama setelah mencuci muka untuk menggunakan pelembap,” saran Dr. Tanzi, karena kita perlu menjaga kelembapan dan menjaga kulit tetap terhidrasi dan lembut.
Saat baru saja mencuci muka atau keluar dari kamar mandi, gunakan pelembap saat kulit masih lembap. Jika kamu juga menggunakan esens atau serum, aplikasikan terlebih dahulu. Dan jangan lupakan tabir surya sebagai langkah terakhir!
Punya kulit kering? Gunakan pelembap pagi dan sore
Pemilik kulit kering mungkin mengalami bercak kasar, kulit gatal dan bersisik, bahkan pecah-pecah dan berdarah. Cara terbaik untuk mengatasi kekeringan ekstrem ini adalah dengan menggunakan pelembap dengan bahan-bahan yang membantu memulihkan dan menjaga pelindung kelembapan alami kulit.
Carilah bahan humektan seperti urea, gliserin, dan dimetikon, ditambah emolien seperti petrolatum dan squalene untuk membantu memperkuat penghalang tersebut.
Untuk kulit sangat kering yang rentan terhadap eksim, pertimbangkan balsem kaya yang dirancang untuk menyembuhkan dan mengisi kembali hilangnya kelembapan akibat kondisi kulit sensitif, dermatitis atopik, dan eksim.
Untuk kasus yang parah, tanyakan kepada dokter untuk mendapatkan pelembap yang paling tepat, bahkan bila harus diresepkan.
Kulit berminyak juga butuh pelembap
Meski terkesan berlawanan dengan intuisi, kulit yang berminyak atau berjerawat tetap membutuhkan kelembapan, karena jika kita melewatkannya, kelenjar minyak mungkin akan merasakan kekeringan dan merespons dengan memberi kompensasi berlebihan dan memproduksi lebih banyak minyak.
Pilihlah formula yang ringan, bebas minyak, nonkomedogenik (tidak menyumbat pori-pori) yang juga mengandung bahan pengelupas kulit yang lembut, seperti asam salisilat atau asam glikolat.
Hindari bahan yang terlalu agresif
Hindari bahan-bahan yang terlalu agresif, terutama pada kulit sensitif atau kering. Saat membeli pelembap, American Academy of Dermatology menyarankan untuk memeriksa label pada produk untuk memastikan produk tersebut bebas alkohol dan pewangi, yang diketahui dapat menghilangkan minyak alami dari kulit dan berpotensi menyebabkan iritasi.
Carilah bahan terbaik
Tidak semua pelembap sama. Saat berbelanja pelembap baru, perhatikan baik-baik labelnya. Pelembap apa pun yang mengandung bahan-bahan seperti shea butter, gel hialuronat, dan ceramide akan sangat melembapkan, menurut Dr. Tanzi.
Bahan-bahan ini juga akan membantu memulihkan pelindung kulit yang sangat penting dan mendukung kulit serta mendorong fungsi perbaikan alami.
Pilih formula yang sesuai untuk jenis kulitmu
Setiap jenis kulit memiliki kebutuhan perawatan kulitnya masing-masing. Baik memiliki kulit berminyak atau kering, atau sangat sensitif terhadap bahan-bahan keras, tersedia pelembap yang cocok untuk masing-masing jenis kulit.
Dr Tanzi menyarankan untuk membaca label dengan cermat sebelum memilih pelembap, selain mencari bahan yang harus kita hindari, periksa untuk siapa produk tersebut dibuat.
Sebagian besar produk diberi label “untuk kulit kering”, “untuk kulit berminyak”, atau “untuk kulit sensitif”. Jika tidak yakin, gunakan formula dasar yang dirancang untuk “kulit normal”, dan lihat bagaimana kondisi kulitmu —apakah mulai terasa lebih kering atau berminyak.
Jangan abaikan gejala masalah
Rutinitas perawatan kulit yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit, namun hal ini tidak dapat menggantikan bantuan profesional jika kamu memiliki masalah kulit tertentu.
Jika kamu memiliki bercak kasar yang membandel, kulit pecah-pecah dan berdarah, jerawat parah, rosacea, eksim, atau ketidakseimbangan minyak yang tidak dapat diatasi dengan produk yang dijual bebas, buatlah janji bertemu dokter kulit.
Dokter akan membuatu terhindar dari penggunaan formula yang salah, yang dapat merusak kulit dan penampilanmu secara keseluruhan.
View this post on Instagram
#pelembab-wajah-alami #pelembab-kulit-berminyak #pelembab-kulit #pelembab-untuk-kulit-kering #apakah-kita-perlu-menggunakan-pelembab-wajah #bagaimana-cara-memakai-pelembab-yang-benar #kapan-memakai-pe