Tidak Kalah Khasiatnya, IAI Dorong Pemerintah Kampanyekan Lagi Penggunaan Obat Generik
IAI mendorong pemerintah untuk mengkampanyekan lagi penggunaan obat generik kepada masyarakat, karena khasiatnya tidak kalah dari obat luar - Halaman all
(InvestorID) 16/07/24 16:00 10965677
JAKARTA, investor.id - Ketua Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) Noffendri mendorong pemerintah untuk mengkampanyekan kembali kepada masyarakat untuk mengonsumsi obat generik. Pasalnya, obat generik memiliki khasiat yang tidak kalah dengan obat paten produksi luar negeri.
"Itu tugas tenaga kesehatan, tugas pemerintah untuk mengkampanyekan (obat generik). Sewaktu obat-obat generik ini mulai digalakkan produksinya oleh pemerintah, diawali dari perusahaan-perusahaan BUMN ya, Kimia Farma dan Indofarma. Dulu ada iklan di TV yang diminumkan bukan mereknya tapi obatnya. Nah mesti di kampanyekan ulang tentang penggunaan obat generik," ucap Noffendri di Kantor IAI, Tomang, Jakarta Barat, Selasa (16/7/2024).
Menurut Noffendri, masyarakat lebih yakin akan kegunaan suatu obat jika dikampanyekan oleh pemerintah. Hal ini karena obat-obatan di Indonesia sudah diawasi oleh Badan Pangan Obat dan Makanan (BPOM).
"BPOM kan bagian dari pemerintah yang menjamin obat itu memang berkualitas. Karena untuk program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) juga dominan obat generik yang dipakai, generik itu ada dua yaitu bermerek atau berlogo," kata Noffendri.
Lebih lanjut, Noffendri mengatakan tidak ada obat yang tidak berkualitas jika telah melalui BPOM. Karena BPOM telah melakukan uji sampling pada obat-obatan sebelum diedarkan.
Noffendri memandang upaya pemerintah untuk menangani kesehatan masyarakat Indonesia sudah sangat baik. Dari kedua obat generik dengan kategori bermerek dan kategori berlogo sudah banyak digunakan di Indonesia dalam program JKN.
"Saya lihat sebenarnya upaya pemerintah itu sudah luar biasa loh ya, sekali lagi generik itu dua yang bermerek dan berlogo, dua-duanya dipakai sekarang, banyak penggunanya. Yang pasti, yang bermerek tentu lebih mahal dibandingkan yang berlogo," terang Noffendri.
Dikatakan Noffendri, jika dilakukan riset penggunaan obat generik di Indonesia volume penggunaan obat generik cukup besar. Hanya saja, masyarakat salah mengira kalau generik kategori bermerek dianggap obat paten, padahal obat dengan kategori paten berbeda lagi.
"Orang selama ini sering menyalahartikan obat generik bermerek itu dianggap obat paten. Obat generik yang berlogo itu, dianggap obat murah kan begitu padahal sama-sama obat generik ini, cuma yang satu dikasih merek sesuai pabriknya yang satu tidak dikasih merek kan begitu. Kalau dihitung volumenya (penggunaan obat generik) ini besar," ungkapnya.
Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #obat-generik #kampanye-obat-generik #ikatan-apoteker-indonesia #program-jkn #bpom #berita-ekonomi-terkini