DPR Khawatir Rencana TikTok Caplok Agen Travel "Online" di Indonesia Timbulkan Monopoli Pasar
Saat ini perusahaan online travel agent (OTA) terbesar di Indonesia adalah Traveloka dan Tiket.com. Halaman all
(Kompas.com) 16/07/24 16:45 10968838
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi VI DPR RI merespons soal kabar bahwa TikTok akan mengakusisi salah satu perusahaan bisnis agen travel online (OTA) terbesar di Indonesia.
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS, Amin Ak mengungkapkan, apabila akusisi perusahaan itu terjadi, dikhawatirkan akan memunculkan monopoli pasar di bisnis akomodasi.
“Tentu ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah sebagai regulator maupun bagi pelaku usaha di sektor ini karena akan memicu persaingan pasar asimetris mengingat akuisisi tersebut akan menggabungkan dua platform e-commerce besar. Tanpa regulasi yang ketat, sangat mungkin penggabungan keduanya akan memunculkan monopoli pasar di bisnis akomodasi,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (16/7/2024).
Adapun perusahaan OTA terbesar di Indonesia adalah Traveloka dan Tiket.com.
Amin Ak bilang jika dari kedua perusahaan ini benar-benar akan dicaplok oleh TikTok, pihaknya mendesak pemerintah agar memastikan terjaganya persaingan tetap sehat sehingga tidak mematikan pemain travel lokal lainnya.
“Pemerintah dan otoritas regulasi harus memantau pasar dengan cermat. Mereka dapat mengenakan batasan atau memastikan kebijakan yang mendorong persaingan sehat,” katanya.
“Dengan penguasaan teknologi oleh ByteDance yang lebih advance, maka masuknya raksasa China tersebut dengan mengendarai Traveloka, jelas akan membuat daya saing pasar pemain lokal tergerus sehingga pasar mereka akan menyempit,” sambungnya.
Selain itu dirinya juga mendesak pemerintah agar memaksa TikTok mau berkomitmen memajukan perekonomian daerah dan memberi ruang bagi berkembangnya pelaku UMKM yang terkait bisnis akomodasi dan pariwisata.
Menurutnya, pemerintah bisa saja menyediakan insentif bagi berkembangnya inovasi dan persaingan bagi pelaku usaha lokal.
“Pemerintah bisa mendorong TikTok untuk mempromosikan pariwisata Indonesia ke mancanegara dan serius membina UMKM lokal untuk menangkap peluang pasar dari peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke berbagai daerah di Indonesia,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, setelah memperkuat bisnis e-commerce dengan mengakuisisi saham Tokopedia senilai 1,15 miliar dollar AS, TikTok dikabarkan berencana merambah ke bisnis agen travel online (OTA) di Indonesia.
Dilansir dari South China Morning Post (SCMP), Senin (15/7/2024), TikTok dikabarkan akan masuk mencaplok platform OTA lokal untuk bisa menjajal bisnis rekreasi.
“TikTok berencana terjun ke bisnis kategori rekreasi, yang memungkinkan pengguna (platformnya) memperoleh kupon untuk penerbangan dan hotel yang disediakan penyedia layanan pihak ketiga,” ungkap sumber SCMP di Indonesia.
Kompas.com sudah mencoba untuk meminta penjelasan dari manajemen TikTok. Namun hingga berita ini dinaikan, Kompas.com masih belum mendapatkan jawaban.