Saham Asia Mixed , Investor Cerna Data Ekonomi China yang Melemah
Saham-saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Selasa (16/7/2024) setelah Dow Jones mencetak rekor baru di Wall Street. - Halaman all
(InvestorID) 16/07/24 15:39 10970451
TOKYO, investor.id – Saham-saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Selasa (16/7/2024) setelah Dow Jones mencetak rekor baru di Wall Street. Investor mencerna dengan data ekonomi yang lemah dari China dan menunggu hasil pertemuan kebijakan Partai Komunis China di Beijing.
Kontrak berjangka Amerika Serikat (AS) naik, sementara harga minyak turun.
Benchmark Jepang Nikkei 225 naik 0,2% ke level 41.275,08 setelah dibuka kembali dari hari libur.
Indeks Hang Seng (HSI) Hong Kong turun 1,4% ke level 17.760,36 dan indeks Shanghai Composite turun 0,1% menjadi 2.970,94.
Pasar masih mencerna serangkaian data ekonomi China yang lemah yang dirilis pada Senin (15/7/2024). Pemerintah melaporkan pertumbuhan ekonomi tahunan telah turun dari 5,3% pada kuartal I-2024 menjadi 4,7% pada kuartal April hingga Juni 2024.
Hal ini menyebabkan beberapa ekonom memangkas perkiraan pertumbuhan mereka. Goldman Sachs merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi tahunan China menjadi 4,9% dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,0%.
JP Morgan memangkas perkiraan setahun penuh pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) China pada 2024 menjadi 4,7% dari proyeksi sebelumnya sebesar 5,2%.
Kebijakan lebih lanjut diperkirakan akan dirilis pada pertemuan ekonomi empat hari minggu ini, yaitu rapat pleno tertutup Partai Komunis yang berkuasa. Hal ini diharapkan dapat menetapkan strategi dan kebijakan untuk dekade mendatang, sejalan dengan dorongan pemimpin Xi Jinping untuk mengejar kemajuan dalam teknologi masa depan.
Kospi Korea Selatan bertambah 0,2% ke level 2.865,21 dan S&P/ ASX 200 Australia turun tipis 0,2% ke level 7.999,30.
Minyak mentah acuan AS kehilangan 59 sen ke level US$ 81,32 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange.
Minyak mentah Brent, standar internasional, turun 56 sen menjadi US$ 84,29 per barel.
Dolar AS naik menjadi 158,51 yen Jepang dari 158,01 yen. Euro turun ke posisi US$ 1,0893 dari sebelumnya US$ 1,0894.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #saham-asia #data-ekonomi-china #data-ekonomi-china-melemah #pasar-asia #pasar-saham-asia #china #dolar-as #berita-ekonomi-terkini