4 Fakta Pulau Kunti di Geopark Ciletuh Sukabumi, Tak Melulu Soal Mistis

4 Fakta Pulau Kunti di Geopark Ciletuh Sukabumi, Tak Melulu Soal Mistis

Pulau Kunti di Geopark Ciletuh, Sukabumi, memiliki batuan purba berusia 55-65 juta tahun dan menawarkan aneka aktivitas. Simak selengkapnya. Halaman all

(Kompas.com) 16/07/24 17:41 10976155

SUKABUMI, KOMPAS.com - Jika mencari tahu soal Pulau Kunti di internet, tak jarang hasilnya dikaitkan dengan hal-hal mistis dan hantu kuntilanak. Padahal area di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ini lebih dari itu.

Dikenal sebagai geosite utama di Geopark Ciletuh-Pelabuhan Ratu, Pulau Kunti memiliki batuan purba berusia sekitar 55-65 juta tahun.

Adapun Pulau Kunti sebetulnya bukanlah pulau, melainkan sebuah tanjung dengan hamparan pasir putih. Simak sejumlah fakta Pulau Kunti yang wajib diketahui berikut ini:

Fakta Pulau Kunti di Sukabumi

1. Berawal dari subduksi

Dok. Wikimedia Commons/Miftah21-21 Ilustrasi Pulau Kunti di Geopark Ciletuh-Pelabuhan Ratu di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Pemandu dari Geopark Ciletuh, Saman menerangkan, Pulau Kunti dihasilkan dari proses subduksi atau tabrakan yang selanjutnya tersingkap, melipat, dan patah.

"(Pulau Kunti) berawal dari dulu di zaman purba ada yang namanya Sesar (Lempeng) Eurasia di kutub utara yang bergerak ke selatan. Di selatan juga ada Sesar Indo-Australia bergerak ke utara, akhirnya dia subduksi," jelas Saman saat Media Trip Laska Ciletuh-Sukabumi di Puncak Darma Geopark, Rabu (10/7/2024).

2. Kenapa disebut Pulau Kunti?

KOMPAS.com/Ni Nyoman Wira Pulau Kunti dan Pulau Mandra yang masuk wilayah Geopark Ciletuh-Pelabuhan Ratu di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu (9/7/2024).

Pulau Kunti memperoleh namanya karena menghasilkan gema yang mirip orang tertawa. Hal tersebut pun terjadi berkat proses alam.

"Di sebelahnya ada kompleks batuan konglomerat, sejenis batuan bekas subduksi tadi, cuma dia ada pengendapan dulu di dasar laut, baru dia terangkat oleh gempa tektonik disatukan dengan sedimen," ucap Saman.

Ia melanjutkan, bentuknya seperti dam ke bawah. Di sisi bawahnya terdapat banyak rongga-rongga kecil.

"Jadi kalau dihantam gelombang empat-lima meter, dia akan mengeluarkan gema mirip orang ketawa. Dinamailah Pulau Kunti," tambah dia.

Suara tawa itulah yang dikaitkan dengan hantu kuntilanak yang kerap disebut mengeluarkan suara tawa melengking.

3. Ada gua tanpa stalaktik dan stalagmit

Dok. Shutterstock/Siti Nurul Maulida Ilustrasi Pulau Kunti di Geopark Ciletuh-Pelabuhan Ratu di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Di Pulau Kunti, terdapat gua yang setinggi kira-kira lima meter dan sepanjang kira-kira sembilan meter.

Saman menuturkan, gua tersebut terbentuk dari proses alam. Dulunya ada gunung di bibir pantai yang dihantam oleh air laut sehingga ada pemerosotan.

"Di dalamnya tidak ditemukan batuan stalaktit atau stalagmit karena gua kering. Komposit guanya terbentuk dari batu melan," ucap Saman.

4. Aktivitas di Pulau Kunti

Pulau Kunti bisa dicapai dengan berlayar dari Sungai Ciletuh selama kira-kira 20 menit.

Di pulau tersebut, wisatawan tidak hanya bisa snorkeling dan menaiki banana boat, tapi juga trekking menjelajahi pulau untuk melihat aneka temuan alam dari zaman dulu.

Adapun Saman juga menawarkan paket melihat matahari terbit (sunrise). Wisatawan akan berangkat ke Pulau Kunti sekitar pukul 06.00 WIB pagi untuk menyaksikan sunrise dari balik Curug Simarinjung.

#kenapa-di-sebut-pulau-kunti #pulau-kunti-ada-dimana #pulau-kunti-dimana #pulau-kunti-pasir-putih #pulau-kunti-ciletuh #pulau-kunti-geopark #kenapa-dinamakan-pulau-kunti

https://travel.kompas.com/read/2024/07/16/174114727/4-fakta-pulau-kunti-di-geopark-ciletuh-sukabumi-tak-melulu-soal-mistis