Produksi Bioetanol untuk BBM Bensin Jangan Sampai Korbankan Lahan Hutan

Produksi Bioetanol untuk BBM Bensin Jangan Sampai Korbankan Lahan Hutan

Meski produksi bioetanol untuk BBM Bensin terkesan positif, jangan sampai produksinya mengorbankan lahan pangan dan hutan. - Halaman all

(InvestorID) 16/07/24 18:51 10980300

JAKARTA, investor.id – Direktur Eksekutif Energy Watch, Daymas Arrangga menyambut positif pemberlakuan program pencampuran bioetanol untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin sebesar 5% secara nasional. Meski begitu, Daymas mengingatkan pemerintah agar produksi bioetanol dalam negeri tidak menghambat ketersediaan pangan hingga mengorbankan lahan hutan hutan masyarakat dan hutan lindung.

Bioetanol adalah bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel yang diproduksi dari hasil fermentasi bahan-bahan nabati seperti tebu.

“Jangan sampai campuran dalam bioetanol ini akhirnya hasilnya mengganggu suplai untuk pangan kebutuhan pangan atau pembukaan lahan-lahan yang memang tidak seharusnya,” kata Daymas dalam program ‘Investor Market Today’ di IDTV, Jakarta, Selasa (16/7/2024).

Daymas menilai, upaya pemerintah untuk memberlakukan program pencampuran bioetanol untuk BBM bensin secara bertahap sudah tepat. Hal ini dilihat dari uji coba yang pernah dilakukan pemerintah dalam memproduksi campuran bahan bakar nabati berbasis minyak kelapa sawit, yakni biodiesel.

“Jadi kajiannya secara bertahap sudah tepat yang dilakukan pemerintah dari rasio yang kecil dulu bertahap dan dilihat evaluasi dari kajian tersebut,” tandasnya.

Lebih lanjut, Daymas menyebut pemberlakuan program pencampuran bioetanol untuk BBM bensin bisa menekan emisi karbon, beban impor terhadap BBM bensin, dan ketergantungan BBM nasional. Asalkan, pemerintah mengambil bahan baku dan memproduksinya di dalam negeri.

Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto buka suara terkait rencana pemberlakuan program pencampuran bioetanol untuk BBM secara nasional. Langkah ini merupakan salah satu upaya dalam mengurangi pencemaran udara.

Menurut Airlangga, usulan tersebut saat ini masih dalam kajian. Pemerintah pun masih menantikan hasil studi dari Pertamina.

“Tentu itu persiapan untuk bensin yang sulfurnya rendah, tentu dikaji beberapa hal oleh Pertamina, sehingga kita melihat yang sudah dilakukan percobaan adalah E5 atau etanol 5%. Sekarang Pertamina harus membuat studi bagaimana pengadaan untuk etanolnya,” jelas Airlangga di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (10/7/2024).

Editor: Prisma Ardianto (redaksi@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #produksi-bioetanol #bbm-bensin #produksi-biofuel #bahan-bakar-nabati #produksi-bbm #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/business/367143/produksi-bioetanol-untuk-bbm-bensin-jangan-sampai-korbankan-lahan-hutan