OJK Pastikan Merger MNC Bank dan Nobu Bank Terus Berlanjut
Merger antara PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) atau MNC Bank dan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) alias Nobu Bank tetap berlanjut. Halaman all
(Kompas.com) 16/07/24 20:13 10986751
JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan, penggabungan atau merger antara PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) atau MNC Bank dan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) alias Nobu Bank tetap berlanjut dan masih berproses.
Sampai dengan saat ini, OJK belum menerima informasi mengenai pembatalan rencana merger antara dua bank swasta tersebut.
Namun demikian, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menjelaskan, untuk menyatukan dua bank yang memiliki karakteristik bisnis dan budaya perusahaan yang berbeda perlu dilakukan secara berhati-hati dan tidak tergesa-gesa.
KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam Launching Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR dan BPRS, Senin (20/5/2024).Ia menjelaskan, komitmen kedua belah pihak untuk melanjutkan proses tersebut tercermin dari telah dilakukannya transaksi cross ownership antara kedua grup usaha kedua bank masing-masing sebesar 10 persen beberapa waktu yang lalu.
Menurut Dian, hal tersebut dilakukan sebagai upaya memuluskan jalan menuju merger kedua bank.
"OJK belum atau tidak menetapkan batas waktu tertentu yang rigid tetapi tentunya akan mendiskusikan kerangka waktunya dengan manajemen dan PSP kedua bank," imbuh dia.
Sebelumnya, berdasarkan data kepemilikan saham Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 8 Mei 2024, terjadi transaksi saham antara MNC Group dan Lippo Group di tiap-tiap emiten bank.
SHUTTERSTOCK/ANTON_AV Ilustrasi bank.PT Prima Cakrawala Sentosa yang merupakan entitas usaha Grup Lippo mengambil kepemilikan saham sebesar 10 persen atau sebesar 4,445 miliar saham Bank MNC (BABP).
Pada 7 Mei 2024, MNC Land Tbk (KPIG) diketahui memegang saham MNC Bank sebesar 16,82 persen atau sebanyak 7,48 miliar saham BABP. Sehari setelahnya, porsi saham tersebut susut ke 6,82 persen dengan masuknya PT Prima Cakrawala Sentosa itu.
Di sisi lain, MNC Land (KPIG) juga mengambil langkah menjadi pemegang saham dengan porsi 10 persen atau mengenggam sebanyak 747,84 juta saham Bank Nobu (NOBU).
Prima Cakrawala Sentosa sebagai pemegang saham Bank Nobu mengurangi porsi saham dari 20,66 persen menjadi 10,66 persen untuk KPIG. Per 8 Mei 2024, kepemilikan saham Prima Cakrawala Sentosa atas Bank Nobu menjadi 797,55 juta dari 1,545 juta saham.
Sebagai informasi, isu merger MNC Bank dan Nobu Bank sudah muncul ke permukaan sejak 2023. Kedua bank ini sama-sama dimiliki oleh konglomerat, yaitu MNC Bank dimiliki oleh Hary Tanoesoedibjo dan Nobu Bank dimiliki James Riady.
Sebelumnya, OJK menargetkan proses merger kedua bank tersebut akan rampung Juni 2024.