Menjajal Biskita Trans Depok, Moda Transportasi yang Nyaman di Kota Belimbing

Menjajal Biskita Trans Depok, Moda Transportasi yang Nyaman di Kota Belimbing

Layanan bus bersubsidi dengan skema buy the service (BTS) yang diberi nama Biskita Trans Depok, menjalani masa uji coba mulai Minggu (14/7/2024). Halaman all

(Kompas.com) 17/07/24 08:52 11049310

DEPOK, KOMPAS.com - Layanan bus bersubsidi dengan skema buy the service (BTS) yang diberi nama BiskitaTrans Depok, resmi menjalani masa uji coba mulai Minggu (14/7/2024).

Kompas.com lantas menjajal Trans Depok dari Terminal Depok Baru, Selasa (16/7/2024).

Di tempat pemberangkatan ini, armada bus Trans Depok sudah tersedia sehingga calon penumpang tak perlu menunggu terlalu lama.

Secara kasat mata, moda transportasi berkelir abu-abu ini menyematkan tulisan “BISKITA” dan “#AyoNaekBiskitaAje” pada bodi samping kendaraan.

Untuk mempercantik tampilan, terdapat aksen batik menyerupai corak Gong Si Bolong, alat kesenian asal Depok berupa gong yang berbentuk bolong di bagian tengahnya.

Seorang petugas yang mengenakan kemeja batik coklat langsung mengarahkan penumpang agar menempelkan kartu yang ada tepat di sebelah kiri usai memasuki pintu masuk.

Bus ini memiliki dua pintu, satu di bagian depan untuk jalur masuk penumpang dan satu lagi berada di tengah untuk jalur turun penumpang. Tetapi, ada juga pintu darurat yang posisinya di sebelah kanan belakang kendaraan.

Suasana langsung berubah begitu masuk ke dalam bus, dari yang sebelumnya panas karena terik matahari menjadi sejuk karena embusan air conditioner (AC) dari atas kepala kursi penumpang.

Di dalam kabin terdapat 19 kursi penumpang, yang dua di antaranya kursi prioritas untuk lansia, disabilitas, penumpang dengan anak dan ibu hamil. Semua kursi dilengkapi dengan sabuk pengaman.

KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI Bus BISKITA Trans Depon di pemberhentian LRT Harjamukti, Jakarta Timur, Selasa (16/7/2024).

Kursi prioritas berwarna merah ini berdampingan satu sama lain dan letaknya tepat dekat pintu turun penumpang.

Meski begitu, antara kursi prioritas dan pintu turun dibatasi dengan kaca fiber sehingga penumpang tidak langsung terjatuh apabila sewaktu-waktu ada pengereman mendadak.

Dari 19 kursi, ada satu tempat duduk penumpang yang didesain bisa dilipat. Posisinya berada di antara pintu masuk dan pintu keluar penumpang atau dekat kursi sopir Trans Depok. Areanya pun terbilang sempit karena hanya cukup lalu lalang satu orang saja.

Oleh karena itu, keberadaan kursi tersebut cukup mengganggu jika sedang ditempati oleh penumpang. Pasalnya, penumpang yang hendak naik harus berpapasan dengan penumpang yang sedang duduk di kursi itu.

Mau tidak mau, penumpang harus berdiri atau memiringkan badan agar jalan terbuka.

Selain kursi, di dalam Trans Depok terdapat 1 tong sampah kecil, 1 alat pemadam api ringan (APAR), 2 closed circuit television (CCTV) di area depan dan belakang, sejumlah buku panduan tanggap darurat bus rapid transit (emergency table), hingga palu pemecah kaca.

Meski duduk di kursi bagian belakang, running text berwarna merah yang posisinya ada di bagian depan masih terlihat jelas. Running text tersebut menunjukkan titik pemberhentian selanjutnya.

Kalau pun tidak terlihat untuk para penumpang yang mempunyai gangguan penglihatan, bus menyediakan layanan suara melalui pengeras suara yang ada di setiap sudut.

Jenis huruf dan ukuran yang digunakan pada monitor terlihat jelas untuk menunjukkan pemberhentian selanjutnya.

Nyaman dan tenang

Bus berangkat dari Terminal Depok Baru pada pukul 15.59 WIB. Sopir yang mengenakan kemeja putih dan berpeci hitam itu mengemudikan kendaraan dengan sangat tenang.

Suara samar para penumpang terdengar. Mereka saling berbincang meski tidak mengenal satu sama lain. Obrolan yang terdengar yaitu soal lokasi pemberhentian Trans Depok yang menguntungkannya.

Setiap titik pemberhentian, sopir menghentikan kendaraan. Entah itu ada penumpang yang hendak naik atau pun turun.

Dalam setiap lokasi pemberhentian, Trans Depok hanya berhenti kurang dari satu menit. Tetapi, itu tergantung dengan banyak atau sedikitnya penumpang yang ingin naik atau turun.

Saat Trans Depok melintasi Jalan Tole Iskandar, kendaraan melaju dengan kecepatan tidak lebih 30 kilometer per jam. Sebab, kondisi jalan Tole Iskandar pada Selasa sore cukup ramai mengingat jam orang pulang bekerja.

Terlebih, lokasi pemberhentian di sepanjang Jalan Tole Iskandar terbilang dekat.

Namun, saat perjalanan memasuki Jalan Raya Bogor, kecepatan bus paling maksimal 40 kilometer per jam. Sebab, lebar Jalan Raya Bogor lebih lebar dan leluasa dibandingkan dengan Jalan Tole Iskandar.

Sopir juga tetap mempertahankan kecepatan kendaraan, yakni tidak lebih dari 40 kilometer per jam, saat berada di jalan tol Cijago hingga akhirnya keluar melalui gerbang tol Cimanggis 2.

Setidaknya perjalanan dari Terminal Depok Baru sampai pemberhentian terakhir, LRT Harjamukti, memakan waktu tempat tempuh sekitar satu jam. Sebab, Kompas.com tiba di pemberhentian tersebut pada pukul 16.59 WIB.

Kekurangan

Selama perjalanan, Kompas.com merasa suara pengeras suara sebagai layanan penuntut sedikit sember. Akibatnya, suara yang disampaikan tidak terdengar dengan lugas.

Sementara itu, bunyi alarm untuk pintu masuk dan keluar mengganggu pendengaran karena suaranya yang berdenging.

Harapan Menhub

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meresmikan Biskita Trans Depok di Stasiun Light Rail Transit (LRT) Harjamukti, Depok, Minggu (14/7/2024).

Budi mengatakan, Biskita akan melayani para penumpang yang menuju dan berangkat dari LRT Harjamukti dengan rute trayek menuju Terminal Depok dan sebaliknya.

Ia memprediksi, kehadiran Biskita Trans Depok tersebut dapat mengurangi sekitar 2.000 mobil dan motor yang bergerak di jalan.

"Jika sepanjang hari ada 2.000 orang yang dapat terlayani melalui Biskita, maka artinya paling tidak sebanyak 2.000 motor atau mobil pribadi tidak bergerak di jalan. Selain berbiaya murah, hal ini juga dapat mengurangi polusi dan kemacetan," kata Budi dalam keterangan tertulis, Minggu.

#biskita #biskita-trans-depok #trans-depok #biskita-trans-depok-gratis

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/17/08520011/menjajal-biskita-trans-depok-moda-transportasi-yang-nyaman-di-kota