IHSG dan Rupiah Kompak Menguat di Awal Sesi

IHSG dan Rupiah Kompak Menguat di Awal Sesi

Pukul 09.05 WIB, IHSG bergerak pada level 7.251,68 atau naik 27,3 poin (0,38 persen). Halaman all

(Kompas.com) 17/07/24 09:56 11051384

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (17/7/2024). Demikian juga dengan mata uang garuda yang menguat pada perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI Pukul 09.05 WIB, IHSG bergerak pada level 7.251,68 atau naik 27,3 poin (0,38 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 7.224,29.

Sebanyak 166 saham melaju di zona hijau dan 64 saham di zona merah. Sedangkan 236 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 275,5 miliar dengan volume 225 juta saham.

Research Division MNC Sekuritas T Herditya Wicaksana mengatakan, koreksi IHSG telah menembus area koreksi minimal yang kami berikan kemarin di 7.258, apabila IHSG menembus kembali 7.215 sebagai support terdekatnya, maka arah koreksi IHSG berikutnya ke rentang 7.026-7.199.

“Posisi IHSG saat ini pun diperkirakan sedang berada di awal wave 2 dari wave (3). Support IHSG ke level 7.215 - 7.176, dan resistance ke level 7.374 - 7.396,” kata Herditya dalam analisisnya.

Sementara itu, bursa Asia mixed, dengan kenaikan Strait Times 0,02 persen (0,6 poin) ke level 3.488,54, dan Nikkei bertambah 0,13 persen (55,6 poin) ke level 41.330,8. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong melemah 0,37 persen (65,6 poin) ke posisi 17.662,3, dan Shanghai Komposit terkoreksi 0,45 persen (13,4 poin) ke posisi 2.962,86.

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini menguat. Melansir data Bloomberg, pukul 9.004 WIB rupiah berada pada level Rp 16.148 per dollar AS atau naik 32 poin (0,2 persen) dibanding penutupan sebelumnya Rp 16.180 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, rupiah bisa menguat hari ini terhadap dollar AS dan sudah terlihat bergerak menguat pagi ini. Penguatan rupiah ini mendapatkan dukungan dari Data indeks harga barang impor dan data penjualan ritel AS bulan Juni month to month yang tidak menunjukkan kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

“Ini artinya potensi untuk kenaikan inflasi yang tinggi di AS berkurang dan membuka jalan untuk pemangkasan suku bunga acuan di AS. Dengan sentimen pemangkasan suku bunga acuan AS yang meningkat belakangan ini, kemungkinan BI tidak akan menaikan suku bunga acuannya untuk menjaga nilai tukar rupiah hari ini karena kenaikan suku bunga bakal menimbulkan efek samping yaitu melambatkan ekonomi,” kata Ariston kepada Kompas.com.

Potensi penguatan rupiah hari ini ke arah Rp 16.100 per dollar AS, dengan potensi resisten di kisaran Rp 16.200 per dollar AS.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

#ihsg #kurs-rupiah #rupiah-hari-ini #ihsg-hari-ini

https://money.kompas.com/read/2024/07/17/095619826/ihsg-dan-rupiah-kompak-menguat-di-awal-sesi