ADB Ramal Ekonomi Asia Lebih Cerah, Bagaimana Ekonomi RI?
Kepala Ekonom ADB Albert Park mengatakan, pihaknya menaikkan sedikit prakiraan pertumbuhan ekonomi tahun ini bagi kawasan Asia. Halaman all
(Kompas.com) 17/07/24 13:30 11067764
JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) menaikkan angka proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan Asia yang sedang berkembang dan Pasifik.
Kepala Ekonom ADB Albert Park mengatakan, pihaknya menaikkan sedikit prakiraan pertumbuhan ekonomi tahun ini bagi kawasan Asia yang sedang berkembang dan Pasifik menjadi 5 persen dari proyeksi sebelumnya 4,9 persen.
Sementara untuk tahun depan, proyeksi pertumbuhan ekonomi dipertahankan di level 4,9 persen.
"Sebagian besar Asia dan Pasifik merasakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dibandingkan dengan paruh kedua tahun lalu," kata dia, dalam keterangannya, Rabu (17/7/2024).
Albert menjelaskan, direvisi ke atasnya proyeksi pertumbuhan ekonomi itu didorong oleh permintaan domestik serta ekspor kembali meningkat.
Kuatnya permintaan global akan barang elektronik, terutama semikonduktor untuk aplikasi teknologi tinggi dan kecerdasan buatan, meningkatkan ekspor dari sejumlah perekonomian Asia.
"Fundamental kawasan ini masih kuat, tetapi para pembuat kebijakan tetap perlu memperhatikan sejumlah risiko yang dapat berdampak terhadap proyeksi ini," tutur Albert.
"Mulai dari ketidakpastian terkait hasil pemilu di perekonomian besar, sampai keputusan penetapan suku bunga dan ketegangan geopolitik," sambungnya.
Adapun tingkat inflasi diperkirakan akan melambat ke 2,9 persen tahun ini di tengah meredanya tekanan harga pangan global dan berlanjutnya pengaruh suku bunga yang lebih tinggi.
Meskipun inflasi di kawasan ini secara keseluruhan sudah melambat menuju tingkat pra-pandemi, tekanan harga masih cukup tinggi di sejumlah perekonomian.
Inflasi harga pangan masih tinggi di Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Pasifik, sebagian akibat cuaca buruk dan pembatasan ekspor pangan yang dilakukan beberapa perekonomian.
Ekonomi Indonesia stabil di 5 persen
Dalam laporan yang sama, ADB mempertahankan angka proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2024 dan 2025, yakni di level 5 persen.
Di sisi lain, tingkat inflasi juga "diramal" stabil di level 2,8 persen secara tahunan pada tahun ini dan tahun depan.
Terjaganya laju ekonomi Indonesia turut menjaga pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Tenggara, yang diproyeksi mencapai 4,6 persen pada 2024 dan 4,7 persen pada 2025.