Mengenang Mama Dahlia, Berjuang Besarkan Naja yang Lumpuh Otak Hingga Jadi Hafiz 30 Juz

Mengenang Mama Dahlia, Berjuang Besarkan Naja yang Lumpuh Otak Hingga Jadi Hafiz 30 Juz

Naja bisa menghafal tujuh halaman Alquran setiap hari.

(Republika) 17/07/24 13:17 11069810

REPUBLIKA.CO.ID, Innalillahi wa innailaihi rojiun. Komunitas penghafal Alquran di Indonesia baru saja ditinggalkan sosok Dahlia Andayani yang mengembuskan nafas terakhir di RSUD Mataram, Nusa Tenggara Barat pada Senin (15/7/2024).

Dahlia adalah sosok di balik keajaiban Naja Hudia Afifurrahman, seorang anak penderita Cerebral Palsy atau kelumpuhan otak yang hafal 30 juz Alquran. Sosok Naja populer setelah tampil di ajang pencarian bakat Hafiz Indonesia. Tidak seperti peserta lainnya, Naja tampak mencolok karena tergolong anak berkebutuhan khusus (ABK). Sejak lahir, dia sudah menderita kelumpuhan pada otak. Adanya kekurangan pada diri Naja tak membuat Dahlia Andayani, ibu kandungnya, merasa kecil hati. Berikut kisah perjuangan Dahlia membesarkan Naja yang dikutip dari Dialog Jumat Republika edisi 10 September 2021.

Sejak pada masa kandungan, Naja yang masih berbentuk janin memang tergolong lemah. Dahlia pun kerap mengeluarkan flek dan harus sering beristirahat. Pada satu waktu, dokter kandungan yang menanganinya me minta Dahlia untuk memperdengarkan musik klasik. "Ibu harus bantu perdengarkan musik-musik klasik supaya anaknya kuat dan pintar," ujar Dahlia mengutip keterangan dokter tersebut.

Dahlia kurang yakin dengan saran dari dokter. Dia pun memutuskan untuk mengalihkan musik klasik dengan suara murotal Alquran. Bagi Dahlia, suara Alquran lebih indah dan nyaman didengar ketimbang musik. "Itu mem buat tenang. Padahal kebiasaan itu saya tidak pernah dengar-dengar murotal," kata dia saat berbincang dengan Republika, beberapa waktu lalu.

Saat usia kandungan tujuh bulan, Naja lahir dalam kondisi prematur pada 17 November 2009. Agus Sufyan Hidayatullah, suami Dahlia, lantas dipanggil menghadap tim dokter. Mereka meminta Agus meneken semua lembar per setujuan untuk penanganan Naja yang sedang kritis. Saat itu, dokter menjelaskan, dari 10 kasus seperti Naja, hanya dua yang selamat. Keterangan dari dokter tersebut tak membuat Agus dan Dahlia patah arang. Me reka merapal doa agar Allah Ta\'ala memberi yang terbaik. Mereka memohon bisa diberi kesempatan untuk meng asuh Naja apa pun kondisinya.

Naja akhirnya bisa bertahan dari masa kritis di RSUD Mataram dengan berat badan hanya 1,8 kilogram. Itulah mengapa pasangan Agus dan Dahlia memilih kata Naja se bagai nama anaknya. "Naja itu artinya selamat. Kita bahagia karena Naja bisa selamat karena dari sejak hamil hingga lahir dia kritis terus," ungkap Dahlia.

Berkenalan dengan Alquran..

Kesabaran Dahlia harus berlipat saat membesarkan Naja. Setiap malam, buah hatinya itu tak lepas dari ta ngisan. Dahlia mencoba menenangkannya dengan kalimat zikir sebisanya. Zikir yang sederhana ternyata menenang kan hati anaknya yang berusia satu bulan. Lambat laun, Dahlia memperkenalkan suara muratal kepada Naja. "Tujuan awalnya supaya membuat dia diam enggak nangis kalau disetelin suara orang ngaji," kata ibu yang juga ber profesi sebagai dosen itu.

Seiring waktu berjalan, kemampuan Naja berkembang semakin pesat. Ayat-ayat Alquran yang diperdengarkan secara random mampu dihafal dan diulangnya dengan tepat. Sampai pada waktu Naja berusia delapan tahun, dia berikrar ke ibunya ingin menjadi hafiz Alquran. "Ustaznya di sekolah juga mengatakan kalau Naja itu hafalannya mutqin (baik). Beliau meminta coba ditelatenin," ujar dia.

Dahlia pun mencoba lebih fokus untuk melatih hafalan Naja. Jika sebelumnya Naja hanya diperdengarkan 30 juz dari pagi hingga malam, Naja mulai diperdengarkan ayat yang diulang-ulang. Dengan metode tersebut, ujar Dahlia, Naja bisa menghafal tujuh halaman Alquran setiap hari. Hingga kini, Naja pun menjadi seorang hafiz yang mampu menghafal 30 juz bersama arti, ayat, dan ha lam annya.

Mengenai kemampuan Naja tersebut, Dahlia mengaku tidak secara khusus melatihnya. Naja yang tidak bisa membaca, tetapi diberkahi kemampuan pendengaran yang sempurna bisa merekam petunjuk Dahlia dengan akurat. Sebelum menyetor hafalan, Dahlia kerap menye suaikan apa yang akan disetor dengan mushaf Alquran. Dia mem beri tahu kepada Naja surah apa, ayat dan ha laman berapa kemudian Naja melafazkannya. "Saya enggak tahu kalau dari situ dia bisa langsung hafal," ujar Dahlia.

Kehadiran Naja pun menjadi anugerah bagi Dahlia dan keluarganya. Berkat Naja, Dahlia mengaku men dapat hidayah untuk lebih mengenal Alquran. Belum lagi keberadaan Naja mengantarkan me re ka bertemu dengan presiden dan para ulama. Dahlia pun berpesan kepada segenap orang tua yang dianugerahi anak berkebutuhan khu sus untuk selalu bersyukur. "Kita nik mati kita jaga amanah ini," kata Dahlia.

#naja-hudia #dahlia-andayani #mama-dahlia-wafat #meninggalnya-dahlia-andayani #naja-hudia-afifurrahman #naja-hudia-cerebral-palsy #naja-hafiz-cilik-indonesia #naja-berduka #dahlia-andayani-meninggal #d

https://khazanah.republika.co.id/berita/sgr49d483/mengenang-mama-dahlia-berjuang-besarkan-naja-yang-lumpuh-otak-hingga-jadi-hafiz-30-juz