BI Pertahankan Suku Bunga Acuan Tetap 6,25 Persen Halaman all

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan Tetap 6,25 Persen Halaman all

Bank Indonesia (BI) memutukan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-day Repo Rate di level 6,25 persen. Halaman all

(Kompas.com) 17/07/24 14:48 11077207

JAKARTA, KOMPAS.com -Bank Indonesia (BI) memutukan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-day Repo Rate di level 6,25 persen. Keputusan ini merupakan hasil dari gelaran Rapat Dewan Gubernur BI periode Juli 2024.

Selain itu, bank sentral juga mempertahankan tingkat suku bunga deposit facility dan lending facility. Dengan demikian, suku bunga deposito facility tetap sebesar 5,50 persen dan lending facility sebesar 7,00 persen.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesis pada 16 dan 17 Juli 2024 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 6,25 persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, Rabu (17/7/2024).

Kompas.com/Dian Erika Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (14/6/2024).
"Keputusan ini konsisten dengan kebijakan moneterpro stability sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran," sambungnya.

Keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga acuan diambil dengan melihat perkembangan kondisi perkenomian global.

BI memproyeksi, pertumbuhan ekonomi global mencapai 3,2 persen, ditopang oleh membaiknya perekonomian Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Namun, pasar keuangan global masih dibayangi oleh ketidakpastian. Tingkat inflasi pada Juni 2024 di Negeri Paman Sam tercatat lebih rendah dari perkiraan semula.

Hal ini memicu ekspektasi penurunan suku bunga The Federal Reserve (The Fed), yang lebih cepat dari perkiraan semula pada pengujung 2024.

Di sisi lain, tingkat imbal hasil surat utang AS tetap tinggi. Pemicunya adalah kebutuhan pemerintah AS untuk menutup defisit anggaran yang melebar.

PIXABAY/IQBAL NURIL ANWAR Ilustrasi rupiah, uang rupiah.
"Ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi serta ketegangan geopolitik yang belum mereda mengakibatkan aliran modal ke negara berkembang relatif terbatas," kata Perry.

Sementara itu, perekonomian Indonesia diproyeksi tetap terjaga, ditopang oleh permintaan domestik yang kuat. Bank sentral masih mempertahankan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini di kisaran 4,7 hingga 5,5 persen.

Prospek ekonomi Indonesia yang positif disebut menjadi salah satu pemicu aliran modal asing masih masuk ke Indonesia. Hal ini kemudian memicu depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terpangkas.

Perry melaporkan, sejak awal tahun hingga 16 Juli 2024, depresiasi rupiah terhadap dollar AS terpangkas menjadi 4,84 persen.

Depresiasi atau pelemahan rupiah lebih rendah dibanding depresiasi mata uang negara kawasan Asia lain seperti peso Filipina yang melemah 5,14 persen, baht Thailand yang terdepresiasi 5,44 persen, dan won Korea Selatan yang merosot 7,03 persen.

"Ke depan kami perkirakan nilai tukar rupiah bergerak stabil dalam kecenderungan menguat, sejalan dengan menariknya imbal hasil, rendahnya inflai, dan tetap baiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia," ucap Perry.

#suku-bunga #bank-indonesia #pertumbuhan-ekonomi #kebijakan-moneter #pelemahan-rupiah #pertumbuhan-ekonomi-indonesia

https://money.kompas.com/read/2024/07/17/144800126/bi-pertahankan-suku-bunga-acuan-tetap-625-persen?page=all&utm_source=Google&utm_medium=Newstand&utm_campaign=partner